Dua dari Lima Perempuan Usia Produktif Kena Diabetes

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit diabetes tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua, namun sudah bergeser ke kelompok usia muda dan produktif. Akibat pergeseran ini, semakin banyak wanita di usia reproduktif mengidap diabetes. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini 2 dari 5 wanita usia reproduktif menderita diabetes dengan jumlah mencapai lebih dari 60 juta wanita di seluruh Indonesia.

    Baca juga:
    5 Gejala Diabetes yang Sering Diabaikan
    Diabetes: Cara Mudah Turunkan Gula Darah
    Gagal Paham soal Diabetes Basah dan Kering, Seperti Apa Faktanya

    Selain diabetes tipe 1 dan tipe 2, terdapat diabetes jenis lain yang mempengaruhi perempuan pada masa kehamilan, yakni diabetes gestasional. Riset International Diabetes Federation menunjukkan 90 persen kasus diabetes pada ibu hamil merupakan kasus diabetes gestasional.

    Diabetes melitus gestasional adalah diabetes yang terjadi pada saat kehamilan akibat gangguan toleransi karbohidrat yang mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Diabetes gestasional hanya terjadi pada masa kehamilan, bersifat sementara dan pertama kali diketahui saat hamil.

    Namun lebih dari 50 persen wanita hamil dengan diabetes gestasional rentan menderita diabetes tipe 2. Fase perkembangan diabetes gestasional menuju diabetes tipe 2 umumnya 5 sampai 10 tahun setelah melahirkan. Tidak hanya ibu, bayi dari ibu dengan diabetes gestasional juga berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2, kelebihan berat badan dan obesitas saat menginjak usia anak-anak dan remaja.

    Diabetes gestasional terbilang berbahaya karena menjadi penyebab utama kasus kematian ibu dan bayi serta menimbulkan komplikasi serius pada proses persalinan. Ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional juga cenderung melahirkan bayi dengan berat badan berlebih, melahirkan bayi prematur, atau cacat fisik.

    Ilustrasi ibu hamil mengelus perutnya. shutterstock.com

    Data jurnal kesehatan Lancet 2011 menunjukkan sebanyak 3 juta bayi baru lahir meninggal tiap tahun akibat diabetes gestasional. Kehamilan yang disertai diabetes gestasional juga berisiko menyebabkan kematian ibu hingga 4 kali lipat.

    Dokter spesialis penyakit dalam Farid Kurniawan mengatakan, 90 persen ibu dengan diabetes gestasional tidak menyadari gejala yang disebabkan penyakit tak menular ini. Diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya diabetes gestasional.

    Diabetes gestasional biasanya didiagnosis pada trimester ke-2 atau ke-3. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada kehamilan namun juga setelah persalinan untuk mengetahui potensi diabetes melitus. Pengecekan dilakukan setidaknya 6 sampai 12 minggu setelah kelahiran.

    Berikut ini penyabab ibu hamil mengalami diabetes gestasional:
    1. Usia saat hamil yang lebih tua, di atas 25 tahun
    2. Kegemukan atau obesitas
    3. Kenaikan berat badan yang berlebih pada saat hamil. Peningkatan berat badan pada ibu hamil idealnya 7 sampai 18 kilogram.

    4. Keluarga memiliki riwayat diabetes melitus
    5. Ibu punya riwayat diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
    6. Ibu dengan riwayat stillbirth atau kematian bayi dalam kandungan

    7. Ibu memiliki riwayat melahirkan bayi dengan kelainan kongenital atau bawaan
    8. Kadar gula berlebih dalam urine saat hamil
    9. Ibu pernah melahirkan bayi besar, yakni bayi dengan berat badan lahir di atas 4000 gram.

    DWI NUR SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.