5 Gejala Diabetes yang Sering Diabaikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika insulin tidak berfungsi sebagaimana mestinya, gula pun menumpuk dalam darah. Diabetes mulai menyerang dengan gejala yang mungkin tidak kita perhatikan dan bisa berlangsung bertahun-tahun karena kita tak sadar tubuh tak berfungsi dengan semestinya.

    Es Gosrok Korea

    Perhatikan tanda-tanda berikut ini, perhatikan bila ada perubahan yang bertahap. Jika kita merasakan ada yang tak beres pada tubuh, segera berkonsultasi ke dokter dan mengecek kadar gula darah.

    Makin lama kita bertahan dan tidak melakukan perawatan dengan benar, makin besar risiko kita terkena penyakit jantung, ginjal, amputasi, kebutaan, dan berbagai komplikasi lain. Berikut ini lima gejala diabetes yang mungkin kita abaikan.

    - Selalu haus dan sering buang air kecil
    Penderita diabetes buang air kecil lebih sering dibanding mereka yang sehat. Orang yang sehat rata-rata buang air kecil empat-tujuh kali sehari. Biasanya tubuh akan menyerap kembali glukosa ketika mengalir melalui ginjal. Tubuh akan berusaha membuang glukosa ekstra dengan memproduksi lebih banyak urine.

    - Selalu lapar
    Ketika kadar gula darah tinggi, tubuh akan sulit mengaturnya. Ketika kita makan sesuatu dengan kandungan karbohidrat tinggi, tubuh akan memproduksi terlalu banyak insulin sedangkan kadar glukosa turun drastis. Akibatnya, tubuh merasa selalu lapar dan kita pun menginginkan makanan yang mengandung karbohidrat atau gula untuk kembali menaikkan kadar glukosa.

    - Berat badan turun drastis
    Tak selamanya berat badan turun itu sehat. Kelebihan berat badan memang berisiko terkena diabetes, tapi kadar gula yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan berat badan merosot tajam, bisa mencapai empat-delapan kilogram dalam waktu dua atau tiga bulan.

    Penyebabnya adalah hormon insulin yang tidak mampu melakukan tugasnya mengalirkan glukosa ke sel-sel, di mana glukosa akan diubah menjadi tenaga. Akibatnya, tubuh merasa kelaparan dan mulai menyedot protein dari otot sebagai sumber tenaga.

    - Kaki sakit dan mati rasa
    Kadar gula darah yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan pada saraf-saraf tubuh, kondisi yang disebut diabetic neuropathy. Tak semua orang mengalami gejala ini. Namun bila diabetes makin parah, penderitanya akan merasakan mati rasa, kesemutan, dan rasa sakit pada tubuh, terutama di kaki. Gejala seperti ini biasanya dialami penderita diabetes tipe 2 yang sudah dialaminya selama 25 tahun atau lebih, tapi bisa juga dialami pada awal-awal penyakit.

    - Pandangan kabur
    Salah satu peringatan awal adanya diabetes adalah pandangan yang kabur, biasanya dialami oleh penderita diabetes tipe 2 yang tak peduli pada penyakitnya. Lensa mata tidak rusak, tapi kemampuan otot-otot indera penglihatan itu harus bekerja lebih keras untuk berfokus, terutama saat ada perubahan kadar gula darah yang cepat sedangkan otot-otot mata belum sempat beradaptasi.

    CHEATSHEET | PIPIT

    Berita lainnya:
    Kiat Mudah Meredakan Emosi Suami yang Lelah
    Yuk, Beli Lipstik Sambil Beramal untuk Kanker Payudara
    Naksir si Dia? Coba Kirimilah 163 SMS, 224 Tweet, dan....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.