Gagal Paham soal Diabetes Basah dan Kering, Seperti Apa Faktanya?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang yang membedakan diabates basah dengan diabetes kering. Padahal, basah atau kering merupakan gambaran kondisi ketika timbul luka pada pasien diabetes, bukan jenis diabetes.

    "Secara umum, orang menyebut diabetes basah karena ketika timbul luka yang cenderung basah," jelas dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, Wismandari Wisnu.

    Pembuluh darah yang menyempit akibat diabetes menyebabkan oksigen dan makanan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka tidak sampai ke area luka.

    "Akibatnya luka jadi bernanah dan basah," ucap dokter yang praktik di rumah sakit Pondok Indah Jakarta ini.

    Penanganan luka basah saat diabetes bisa dilakukan dengan membuang jaringan yang mati pada kulit hingga menemukan jaringan yang sehat. Berbeda dengan luka basah, luka kering berisiko menyebabkan amputasi. Sebabnya, area luka tidak mendapat pasokan oksigen dan makanan sama sekali akibat pembuluh darah yang menyempit total. Akibatnya, luka tampak hitam dan kering.

    "Terapinya memang amputasi. Sekitar 80-90 persen amputasi kuncinya," tutup dr. Wisamandari.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Anak yang Sering Kurang Tidur Berpeluang Menderita Diabetes
    Beberapa Langkah Sederhana agar Terhindar dari Diabetes
    85 Persen Penderita Diabetes Obesitas, Bolehkah Sedot Lemak?

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.