Diabetes: Cara Mudah Turunkan Gula Darah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    Ilustrasi diabetes. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu cara menurunkan kadar gula pada penderita diabetes melitus adalah mengkonsumsi makanan tertentu, termasuk paria. Paria atau pare, disebut juga bitter melon atau bitter gourd berasal dari keluarga Momordica Charantia. Sayuran berbentuk bulat panjang runcing memiliki rasa yang pahit. Rasa pahit ini disebabkan karena kandungan zat gizi quinine.

    Pare memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti penyembuhan sembelit karena mengandung serat tinggi, ‘pemurnian’ darah, meningkatkan daya tahan tubuh. (baca: Deteksi Gejala Diabetes Tipe 1 dan 2, serta Penyebabnya)

    Banyak penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat meminimalkan aktivitas enzim alfa glukosidase. Ini akan membantu mencegah lonjakan gula darah setelah Anda makan.

    Untuk mendapatkan manfaat dari pare ini, Anda bisa mengkonsumsi jus pare pada pagi hari. Ini akan mengontrol kadar gula darah. Pasalnya, pare mengandung senyawa seperti karoten dan momorcidin yang bersifat antihiperglikemik. Senyawa ini membantu dalam mengurangi gula darah pada penderita diabetes.

    Jika tidak sempat minum jus pada pagi hari, Anda bisa meminum teh pare.

    Beberapa toko menjual pare dalam bentuk yang kering. Anda juga bisa mengeringkannya sendiri. Siapkan teh dengan merebus pare kering dengan segelas air. Saring dan minumlah dua kali sehari.

    Tak hanya dagingnya, biji pare pun bermanfaat untuk kesehatan. Biji pare mengandung polipeptida P yang bekerja hampir seperti insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.

    Selain sebagai teh, pare juga bisa diolah menjadi sayur. Jika rasa pahit menjadi masalah, disarankan untuk mengolah sayur pare dengan rasa pedas untuk menutupi rasa pahit.

    Bila masih tidak menyukai rasa pare yang pahit, Anda bisa bisa berkonsultasi dengan dokter Anda dan mencoba suplemen pare. Dokter dapat membantu Anda mengetahui dosis dan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi kapsul. Baca: 5 Tahun Mengidap Diabetes, Segeralah Periksa Mata)

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.