Trik Kurangi Kafein tapi Cita Rasa Kopi Tetap Mantap

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasikopi. fadquip.com

    Ilustrasikopi. fadquip.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Minum kopi sudah menjadi tren gaya hidup masyarakat. Namun konsumsi kafein berlebih berisiko mengancam kesehatan organ tubuh. Dokter spesialis penyakit Annisa Maloveny mengatakan banyaknya konsumsi kafein mempengaruhi asam lambung, produksi hormon estrogen pada wanita, risiko asam urat, dan meningkatnya tekanan darah.

    Baca juga:
    Dosis Minum Kopi yang Bikin Umur Panjang
    Sarapan Jangan Cuma dengan Kopi dan Kue
    Peminum Kopi Sejati Wajib Tahu Plus-Minus Kopi

    Lantas bagaimana cara yang aman untuk menikmati kopi? Seperti dikutip dari Coffee Confidental, berikut ini cara menikmati kopi tanpa takut efek dari kafein:

    1. Kurangi takaran bubuk kopi
    Pada dasarnya semakin banyak bubuk kopi yang dilarutkan kedalam air, semakin tinggi kemungkinan kandungan kafeinnya. Jika biasanya diperlukan 1 sendok teh – kopi untuk 177 mililiter air, coba kurangi takarannya dan teruslah bereksperimen dengan rasio kopi dengan menggunakan jumlah air yang konsisten hingga menemukan rasa yang pas.

    2. Pilih kopi Arabica
    Dibandingkan dengan robusta, umumnya biji kopi Arabica mengandung 1 persen kafein. Belilah biji kopi yang 100 persen Arabica dan bukan hasil tanam silang antardaerah. Tidak saja mengurangi asupan kafein secara dramatis, cita rasa yang dihasilkan juga akan lebih baik.

    3. Sesuaikan tingkat kekasaran bubuk kopi
    Halus atau kasarnya biji kopi yang digiling berpengaruh pada kandungan kafein dalam secangkir kopi. Semakin halus gilingannya semakin banyak kafein yang dihasilkan. Jadi jika membuat kopi sendiri di rumah dengan apapun teknik seduhnya, usahakan menggiling sedikit lebih kasar daripada biasanya. Tapi jangan terlalu kasar, karena ini akan membuat kopi terasa tidak enak.

    4. Pilih profil kopi yang disangrai dark
    Pilih biji kopi dengan hasil sangrai dark roast dibanding yang light roast, karena tingkat keasamannya yang lebih rendah. Biji kopi yang dark menghabiskan lebih lama waktu ketika disangrai dibandingkan dengan light.

    Satu biji kopi light roast diperkirakan memuat 1,37 persen kafein, medium roast 1,31 persen dan dark roast 1,31 persen tergantung dari besar kecilnya biji. Lamanya waktu ini memang menurunkan kadar kafein dan asam tapi juga mengurangi rasa pahit. Ini yang membuat tipe sangrai ini lebih banyak dipakai untuk espresso.

    5. Ubah metode seduh
    Menurut penelitian yang dilakukan Bunker dan McWilliams pada tahun 1979, espresso mengandung paling sedikit kafein, sekitar 100 miligram untuk 60 mililiter. Sedangkan kopi yang diseduh dengan teknik French press mengandung 107,5 miligram dalam 200 mililiter dan seduh tetes sebanyak 145 miligram dalam ukuran yang sama.

    6. Semakin lama kopi terekstraksi dengan air, kian tinggi kafeinnya
    Tipsnya, pesanlah espresso dan campurkan dengan air panas untuk mendapatkan kopi hitam dengan kafein yang ideal, sekitar 50-64 miligram degan ukuran kopi sebesar 150 mililiter.

    7. Beralih ke cold brew
    Teknik seduh dingin ini sama sekali tidak mengekstraksi kopi dengan air panas, tapi menggunakan air dingin selama minimal 8 jam pada suhu ruangan. Berbeda dengan es kopi yang sebelumnya diseduh dengan air panas lalu diisi es. Cold brew ini juga lebih praktis karena bisa disimpan di dalam kulkas sampai dengan dua minggu dari selesai diseduh.

    Teknik seduh dingin ini menghasilkan 30 persen lebih sedikit kafein dibanding teknik seduh pada umumnya. Kopi yang dihasilkan juga mengandung asam yang rendah, bahkan angkanya mencapai 67 persen lebih sedikit dari kopi panas.

    SATRIA DEWI ANJASWARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.