Hindari Sinar Matahari di Jam Tertentu karena Picu Katarak

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita dengan kacamata hitam. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita dengan kacamata hitam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis mata Rita Polana dari Rumah Sakit Pondok Indah mengatakan sebanyak 50 persen dari mereka yang berusia di atas 50 tahun menderita katarak. Penyebab utamanya adalah faktor usia dan sinar ultraviolet B.

    Baca juga:
    5 Trik Agar Mata Tetap Oke di Cuaca Panas
    Bahaya Microwave, dari Katarak sampai Kanker
    Anak Asri Welas Pakai Kacamata Plus 16, Simak Penjelasan Dokter

    "Sinar ultraviolet A muncul pada pukul 07-10 dan baik untuk kesehatan tulang," kata Rita Polana di Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017. Sedangkan sinar ultraviolet B muncul setelah pukul 10.00 dan rentan memicu katarak.

    Ilustrasi wanita dengan kacamata hitam. shutterstock.com

    Jika harus beraktivitas di luar ruangan pada jam tersebut, Rita Polana menganjurkan memakai kacamata hitam atau caping (topi petani).

    Selain faktor usia dan sinar ultraviolet B, komplikasi obat juga menjadi faktor risiko lain dari katarak. Salah satunya adalah konsumsi suplemen yang mengandung steroid.

    Agar penanganan katarak lebih cepat, Rita Polana menganjurkan memperhatikan gejala katarak. "Gejala katarak biasanya melihat sesuatu seperti berasap, berawan, berkabut atau sinar tampak pecah," ucap dia.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.