Hati-hati, Pelampung Leher Bayi Bisa Jadi Penyebab Kematian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi berenang. Shutterstock

    Ilustrasi bayi berenang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak gemas melihat tingkah lucu bayi yang belajar berenang menggunakan neck ring atu pelampung yang dipakai untuk menahan leher bayi. Namun menurut para ahli alat bantu berenang ini berpontensi mengempis sehingga membuat bayi berisiko tenggelam.

    “Pelampung leher untuk bayi membuat saya khawatir dan saya harap juga menakutkan bagi orang tua,” kata Kyran Quinlan, dari Rush University Medical Center dan mantan ketua American Academy of Pediatrics (AAP) Council on Injury, Violence and Position Prevention.

    Menurut Quinlan, neck ring seperti perangkap kematian. Jika ada satu jahitan yang tidak rapi dapat membuat bayi tenggelam di kolam renang.

    Pelampung leher untuk bayi mulai populer digunakan beberapa tahun lalu. Kini semakin banyak orang tua yang menggunakannya di bak mandi, kolam renang, bahkan spa bayi. Produsen pembuat pelampung leher bayi tersebut mengklaim bahwa mengenalkan anak dengan aktivitas di air pada usia muda, memungkinkan mereka bergerak bebas dan mengeksplorasi. Sementara yang lain setuju, agar bayi dapat menikmati aktivitas air, mereka tidak yakin bahwa pelampung leher adalah cara untuk melakukannya.

    “Mengambang di kolam renang bisa menenangkan orang dewasa, tapi ini bukan yang diinginkan atau dibutuhkan bayi,” ujar Kayle Burgham dari Asosiasi Guru Renang, seperti dikutip goodhousekeeping.com.

    Aktivitas terisolasi ini benar-benar bertentangan dengan esensi berenang bayi, yaitu membuat anak menjelajahi air di lingkungan yang aman, santai, dan menyenangkan. Bahkan jika menggunakan pelampung leher tak berarti membuat bayi nyaman ketika berada di dalam air.

    AAP mengingatkan bahwa alat bantu renang yang berisi udara apa pun, karena adanya deflasi, dapat menghilangkan daya apungnya. Dua versi pelampung leher bayi yang terjual di eBay baru saja ditarik kembali oleh produsen asal Australia karena gagal memenuhi standar keselamatan. Bahkan di 2015 merk tersebut menarik 3.000 produknya, setelah adanya 54 laporan karena jahitan yang rusak.

    Anda tidak harus menghindari kolam sama sekali, sementara AAP tidak merekomendasikan program berenang bayi secara formal. Anda dapat dengan aman menikmati aktivitas air bersama si bayi, dengan tetap memperhatikan mereka dan menghindari gangguan yang dapat mengalihkan perhatian Anda ketika berenang.

    NIA PRATIWI

    Artikel lain:
    Prediksi Tren Makeup 2018, Warna Alami Masih Digemari

    Galau karena Mantan Nikah? Tetaplah Ceria dengan Tip Berikut
    9 Jalan Menuju Kebahagiaan Versi Peneliti, Uang Bukan yang Utama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.