Biduran pada Anak, Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya

Reporter

Editor

Rini Kustiani

LIVESCIENCE

TEMPO.CO, Jakarta - Ketika anak terlihat mengalami biduran atau urtikaria, hal pertama yang harus dicari tahu oleh orang tua adalah apa yang baru saja dimakan mereka dan mungkin menyebabkan alergi.

Yang harus selalu diingat adalah banyak hal yang bisa memicu biduran pada anak-anak selain alergi makanan. Bisa saja penyebabnya adalah obat-obatan, infeksi, atau paparan sinar matahari.

Biduran adalah penanda adanya reaksi alergi dan biasanya tidak berbahaya jika tak ada gejala lain. Bila diikuti dengan sulit bernapas atau menelan, mulut atau tenggorokan bengkak, bisa jadi anak-anak terserang anafilaksis, yakni reaksi alergi serius, sehingga butuh penanganan dokter.

Biduran merupakan jenis alergi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang terjadi ketika sesuatu memicu pelepasan zat-zat kimia, termasuk histamin, dari sel-sel di tubuh anak. Berikut gejala biduran selain munculnya bentol-bentol merah, seperti dilansir laman Very Well.

- Gatal
- Muncul sendiri atau sekumpulan
- Ukuran bentol bervariasi, dari seujung jari anak sampai sebesar koin. Kadang bentol-bentol itu menyatu sehingga ukurannya menjadi lebih besar, bahkan sampai lebar.
- Bersifat temporer dan berlangsung hanya beberapa jam, tapi kadang juga tidak hilang secara total. Bila bentol yang lama hilang, muncul yang baru lagi. Biasanya biduran terjadi tak lebih dari 24 jam. Bila lebih lama lagi, mungkin anak terkena penyakit kulit lain, misalnya eksim.

Penyebab biduran:
- Makanan, terutama kacang tanah, telur, kacang-kacangan dari pohon, susu, kerang, gandum, dan kedelai
- Obat-obatan, macam penisilin dan sulfa
- Zat tambahan pada makanan atau obat-obatan, misalnya pewarna
- Infeksi, terumata akibat virus
- Gigitan atau sengatan serangga
- Lateks
- Olahraga
- Stres
- Paparan panas, dingin, air
- Dermografisme atau urtikaria fisik, misalnya karena garukan

Apa pengobatannya? Karena disebabkan oleh histamin, maka yang dibutuhkan adalah obat-obatan yang mengandung antihistamin, ada yang membuat mengantuk dan ada yang tidak. Namunnyang lebih baik tentu saja pencegahan. Jauhkan hal-hal yang bisa membuat anak biduran.

PIPIT

Berita lainnya:
Tanda-tanda Gigi Bayi Mulai Tumbuh
4 Langkah Pertama Bila Bayi Demam
Hari Anak, Perhatikan Asupan Cairan pada Anak Usia Sekolah






Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

16 jam lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

2 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

2 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

2 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

3 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

4 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

5 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

6 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.


5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

7 hari lalu

5 Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

Selain efek energinya, kopi telah dikaitkan dengan daftar panjang manfaat kesehatan potensial sehingga memberi lebih banyak alasan untuk menyeduhnya.


Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Umur Panjang Seseorang

9 hari lalu

Inilah 5 Faktor yang Mempengaruhi Umur Panjang Seseorang

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat umur seseorang. Berikut adalah empat faktor yang mempengaruhi umur panjang seseorang.