Euthanasia Masih Dilarang di Indonesia, Simak Penjelasannya

Reporter

Ilustrasi perempuan sakit. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Euthanasia atau pengakhiran hidup seseorang dan terbagi menjadi euthanasia aktif dan pasif. Euthanasia aktif ialah praktik pengakhiran hidup seseorang secara aktif dengan memberikan obat kepada seseorang atau suntik mati.

Kata euthanasia belakangan ini menjadi perhatian setelah seorang warga Aceh yang merupakan korban tsunami, Berlin Silalahi, memutuskan melayangkan surat ke pengadilan agar dilakukan euthanasia. Silalahi, yang mengidap penyakit radang tulang sejak 2012 dan lumpuh pada kedua kakinya, putus asa karena tempat tinggalnya di barak pengungsi Desa Bakoy Aceh Besar digusur.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terpilih, Daeng M Faqih, menegaskan praktik euthanasia dilarang dalam hukum dan kode etik kedokteran di Indonesia.

"Dalam KUHP secara umum euthanasia dilarang. Secara detilnya dijelaskan dalam UU Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran di Indonesia," kata Faqih.

Sementara itu, euthanasia pasif dikategorikan sebagai bentuk pembiaran atau melepaskan bantuan kesehatan kepada seseorang yang sakit, misalnya melepas selang oksigen atau alat bantu jantung.

"Yang pasif itu seperti melepaskan alat bantu kesehatan. Euthanasia aktif maupun pasif keduanya tidak diperbolehkan di Indonesia," kata Faqih.

Dia menegaskan kode etik kedokteran tersebut menjadi dasar hukum untuk melarang praktik euthanasia. Faqih memaparkan dunia kedokteran internasional sepakat untuk tidak memperbolehkan praktik euthanasia aktif. Namun di beberapa negara euthanasia pasif ada yang melakukan. "Euthanasia pasif mulai diterapkan di Amerika Serikat," katanya.

ANTARA

Artikel lain:
Bedakan Penyakit Coeliac dan Alergi Gluten dari Gejalanya
8 Sikap Dokter yang Diharapkan Pasien
Konsumsi Sayur Buah Jangan Berlebih, Simak Penjelasannya






3 Manfaat Komedi dan Humor untuk Kesehatan Fisik, Psikologis, dan Ikatan Sosial

17 jam lalu

3 Manfaat Komedi dan Humor untuk Kesehatan Fisik, Psikologis, dan Ikatan Sosial

Selera komedi atau humor membantu seseorang menghadapi masa-masa yang sulit juga baik untuk kesehatan


Iritasi Kulit hingga Mata, Ini Bahaya Gas Air Mata

1 hari lalu

Iritasi Kulit hingga Mata, Ini Bahaya Gas Air Mata

Gas air mata terdiri dari bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit, paru-paru, mata, dan tenggorokan.


Berapa Batas Konsumsi Gula dalam Sehari?

8 hari lalu

Berapa Batas Konsumsi Gula dalam Sehari?

Jumlah gula yang aman dikonsumsi per hari mungkin bergantung pada total asupan kalori, tingkat aktivitas, dan faktor lainnya.


Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

8 hari lalu

Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

Ginekolog mengibaratkan memilih alat kontrasepsi, khususnya bagi wanita, seperti memilih suami. Artinya tergantung pada kecocokan.


6 Fakta tentang Kafein dalam Kopi

8 hari lalu

6 Fakta tentang Kafein dalam Kopi

Kafein dalam kopi memiliki kelebihan, namun juga dapat menimbulkan masalah. Berikut sejumlah fakta tentang kafein.


5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

9 hari lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

9 hari lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

11 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

12 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

12 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.