Anak Cedera saat Olahraga, Bagaimana Reaksi Orang Tua?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    Ilustrasi cedera lutut. all4women.co.za

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua pada prinsipnya sangat melindungi anak-anak mereka dengan gaya masing-masing. Ada yang memberi perhatian kepada anak dari jauh, ada pula yang melakukan pengawasan melekat. Nah, orang tua yang kelewat melindungi biasanya risau jika buah hatinya menjalani kegiatan fisik.

    Terlebih jika anaknya mengalami cedera karena kegiatan itu, misalnya olahraga atau aktivitas di luar ruangan. Wajar jika orang tua cemas akan kondisi anak mereka. Tapi selanjutnya, orang tua akan menimbang apakah aktivitas anak di bidang tersebut patut dihentikan atau tetap berlanjut.

    Linda Gemelos, ibu dari pemain basket profesional di Italia, Jacki mengatakan pernah was-was dengan aktivitas putrinya itu. Sebelum masuk liga, Jacki pernah menjalani rehabilitasi akibat cedera yang dialaminya. Gemelos mengatakan dia tidak bisa menggambarkan bagaimana rasanya setiap kali putrinya merintih kesakitan karena terluka.

    Perasaan yang sama juga diungkapkan Julie Marvel, saat anaknya, James, harus menjalani operasi akibat lengannya robek di 2014. Bahkan James pernah mengalami patah kaki saat bermain basket, yang mempunyai efek domino dari cederanya yaitu fraktur dan nyeri kaki. Namun sang anak bertekad untuk mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi sehingga ia terus bermain meski cedera.

    ADVERTISEMENT

    "Kami tidak pernah menyarankan anak untuk lanjut atau menghentikan kegiatannya, biarkan mereka mengambil keputusan sendiri," kata Gemelos. Jika menuruti kata hati orang tua, pastinya mereka ingin anaknya berhenti karena tak mau melihatnya terluka.

    Sekitar 30 juta anak-anak dan remaja di Amerika Serikat aktif dalam klub olahraga. Berdasarkan data dari Hopkins Medicine, sebanyak 3,5 juta anak mengalami cedera setiap tahunnya ketika berolahraga. Hampir sepertiga dari cedera kecil berkaitan dengan olahraga, umumnya keseleo.

    Meski begitu, anak-anak semakin bersemangat mengikuti pertandingan olahraga, dan bukan menghabiskan liburan bersama keluarga. Bahkan berapa orang tua dan atlet mengambil tindakan pemulihan kilat agar segera bermain lagi.

    PARENTHERALD | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:

    Manfaat Bayi Mengangkat Kepala

    7 Alasan Karyawan Berprestasi Memilih Keluar
    Dampak Stres pada Gairah Seksual dan Kiat Mengatasinya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?