Pakai Tabir Surya tapi Sia-sia, Kok Bisa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menggunakan tabir surya saat berjemur ketika cuaca hangat di taman Regents, London, Inggris, 24 Agustus 2016. REUTERS/Neil Hall

    Seorang wanita menggunakan tabir surya saat berjemur ketika cuaca hangat di taman Regents, London, Inggris, 24 Agustus 2016. REUTERS/Neil Hall

    TEMPO.CO, Jakarta - Tabir surya biasanya dipakai sebelum beraktivitas di luar ruangan, misalnya berenang atau bermain di pantai. Pemakaian tabir surya bertujuan mencegah kulit rusak akibat sengatan sinar matahari yang berbahaya.

    Tapi kamu perlu memperhatikan cara pemakaiannya. Jika tidak benar pemakaiannya, tabir surya dapat berubah menjadi sedikit menjijikkan. Sebagai salah satu produk perawatan kulit yang wajib hukumnya, perhatikan jika terdapat perubahan pada produk tabir surya.

    Beberapa ahli perawatan kulit menemukan fakta yang paling menjijikkan tentang tabir surya.

    1. Kedaluwarsa tabir surya seperti makanan
    Ahli kecantikan Eileen Bischoff mengingatkan, jangan pernah menggunakan tabir surya yang sudah kedaluwarsa. "Seperti makanan yang kedaluwarsa, kamu tidak akan memakannya karena tidak ingin memasukkan apa pun yang membahayakan ke dalam tubuh,” ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Dermatolog Janet Prystowsky mengatakan tabir surya yang kedaluwarsa mungkin tidak akan bekerja dengan baik. Meski begitu, Prystowsky belum pernah melihat reaksi yang merugikan setelah menggunakan tabir surya kedaluwarsa.

    2. Tabir surya terserap ke aliran darah
    Sebanyak 60 persen produk yang dioleskan pada kulit terserap ke dalam aliran darah. “Jadi itu tidak akan efektif melindungi kulit, terlebih jika sudah kedaluwarsa," ujar Bischoff.

    Prystowsky menuturkan, jika menggunakan tabir surya berbahan kimia, dibandingkan dengan tabir surya berbasis mineral dengan zinc oxide atau titanium dioxide, bahan kimia tabir surya dapat ditemukan dalam aliran darah setelah dipakai seharian. Selain tabir surya yang kedaluwarsa, tabir surya berbahan kimia sebaiknya dihindari.

    3. Berbagi pemakaian tabir surya berbentuk stik dapat menyebarkan infeksi
    Mulai sekarang, sebaiknya hindari berbagi pemakaian tabir surya berbentuk stik dengan siapa pun. Menurut Prystowsky, jika Anda berbagi tabir surya jenis tersebut, hal itu dapat berisiko memindahkan infeksi bakteri impetigo. Lebih aman berbagi tabir surya dalam bentuk semprot atau lotion.

    Jangan biarkan fakta-fakta mengejutkan ini menghalangimu menggunakan tabir surya. Pastikan untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa tabir surya, gunakan tabir surya yang berbasis mineral, dan sebaiknya tidak memilih tabir surya berbentuk stik.

    BUSTLE | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Kulkith, Sepatu Cantik dari Limbah Batik
    Mendeteksi Penyakit Lewat Titik Nyeri di Perut
    Ada Peniti di Gaun Kerry Washington, Ditujukan buat Trump



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?