Hilangkan Kebiasaan Merokok dengan Terapi NRT

Reporter

Ilustrasi rokok elektrik. Christopher Furlong/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Rokok merupakan salah satu pemicu masalah kesehatan yang dihadapi penduduk dunia. Kandungan nikotin dalam rokok diketahui berisiko timbulkan berbagai penyakit seperti jantung, stroke, kanker, impotensi, hingga infertilitas.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi konsumsi rokok. Mulai dari penaikan harga jual hingga menciptakan berbagai alat bantu untuk tujuan tersebut. Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto menuturkan salah satu produk yang diciptakan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tembakau adalah rokok elektrik.

Saat ini sudah beredar berbagai macam rokok elektrik. Generasi terbaru saat ini sedang menjadi primadona, yaitu vape. Rokok elektrik ini menggunakan sistem penguapan untuk menghasilkan asap putih seperti pada rokok konvensional. Vape juga dibuat lebih menarik dengan berbagai varian rasa.

“Pada awalnya rokok elektrik memang diciptakan untuk membantu perokok meninggalkan tembakau,” ujar Agus.

Sayangnya, kini rokok elektrik tidak lagi diimanfaatkan untuk membantu berhenti merokok, tetapi justru dikonsumsi sebagai alat baru untuk memasukkan nikotin ke dalam tubuh.

Agus menuturkan, untuk berhenti merokok sebenarnya dikenal istilah Nicotine Replacement Therapy (NRT) atau terapi pengganti nikotin. Rokok elektrik rendah nikotin termasuk dalam kategori ini. Jika benar-benar ingin memanfaatkan rokok elektrik untuk berhenti menghisap tembakau, Agus menjelaskan terdapat beberapa hal yang patut dipahami.

Pertama, penggunaannya harus sesuai dengan pengawasan tenaga medis. Agus mengatakan dosis nikotin pada terapi NRT harus diatur dari dosis maksimal hingga dosis terkecil. Selain itu, penggunaannya juga terbatas waktu.

“Biasanya terapi NRT sampai 3 bulan. Jadi kalau ada yang pakai rokok elektrik agar bisa berhenti merokok, harus dilihat pemakaiannya sampai berapa lama,” ujarnya.

Anggi Gayatri dan Arini Setyawati dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bersama dengan Agus Dwi Susanto pernah melakukan penelitian terkait dengan pemanfaatan NRT. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Cermin Dunia Kedokteran (CDK) tersebut dijelaskan untuk bisa berhenti merokok diperlukan intervensi farmakologis dan konseling.

Salah satu terapi yang direkomendasikan adalah NRT atau pemberian nikotin bukan melalui rokok. NRT sendiri tersedia dalam beberapa bentuk mulai dari nikotin transdermal yang memanfaatkan jaringan kulit, permen karet, tablet hisap, tablet sublingual, inhaler, dan alat semprot.

Pada dasarnya, NRT bertujuan menggantikan nikotin yang sebelumnya diperoleh dari rokok. NRT bekerja dengan mengurangi gejala putus nikotin, mengurangi efek nikotin, dan memberikan efek yang sebelumnya didapatkan dari rokok.

BISNIS

Berita lainnya:
Anak Malas Kursus, Salah Anak atau Orang Tua?
Lezat dan Sehat, Alpukat Juga Sahabat Kulit 
Ganja Merusak Kesehatan Bukan Sekadar Mitos






Larangan Penjualan Rokok Ketengan, YLKI: Barang Kena Cukai Tapi Penjualannya Diobral

5 hari lalu

Larangan Penjualan Rokok Ketengan, YLKI: Barang Kena Cukai Tapi Penjualannya Diobral

Rencana pelarangan rokok batangan disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.


Komnas Pengendalian Tembakau Sebut Kenaikan Cukai Tak Akan Efektif, Ini Usulannya

5 hari lalu

Komnas Pengendalian Tembakau Sebut Kenaikan Cukai Tak Akan Efektif, Ini Usulannya

Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Tembakau kembali mendorong pelaksanaan rencana pemerintah untuk melarang penjualan rokok secara batangan atau ketengan.


Pengawasan Rokok Ilegal di Jawa Timur, Bea Cukai: Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 103 M

5 hari lalu

Pengawasan Rokok Ilegal di Jawa Timur, Bea Cukai: Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 103 M

Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Askolani mengungkap hasil pengawasan rokok ilegal sepanjang 2022 di Provinsi Jawa Timur.


Kemenkeu Sebut Kawasan Industri Tembakau Sumenep Bisa Tekan Penjualan Rokok Ilegal

5 hari lalu

Kemenkeu Sebut Kawasan Industri Tembakau Sumenep Bisa Tekan Penjualan Rokok Ilegal

Menurut Kemenkeu, banyak kemudahan yang akan diperoleh pengusaha industri hasil tembakau yang berada di KIHT.


Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

8 hari lalu

Perusahaan Rokok Kretek Gelar Safety Riding, Dibantu Honda Jateng

Perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia PT Nojorono Tobacco International menyelenggarakan kegiatan safety riding pada 12-12 Februari 2023.


Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

13 hari lalu

Cukai Rokok Naik, Ini Fasilitas yang Bisa Dibangun Pakai Duit Pungutan Tembakau

Bukan hanya untuk mengontrol konsumsi rokok, cukai tembakau bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum.


Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

19 hari lalu

Pesan Dokter Paru buat Pengisap Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau vape dinilai sama berbahaya dengan rokok konvensional. Berikut penjelasan dokter paru.


Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

21 hari lalu

Pemicu Munculnya Perokok Anak, Dimulai dari Keluarga

Selain orang tua, lingkungan pergaulan anak juga memiliki andil membuat anak menjadi perokok. Apa lagi yang mempengaruhi?


Kemenperin Berharap Produksi Olahan Tembakau Inovatif Bisa Meningkatkan Kontribusi Ekspor

24 hari lalu

Kemenperin Berharap Produksi Olahan Tembakau Inovatif Bisa Meningkatkan Kontribusi Ekspor

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin terus berupaya mendukung iklim investasi produk olahan tembakau inovatif sebagai bagian dari Industri Hasil Tembakau (IHT)


Dokter Sebut Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Konvensional

25 hari lalu

Dokter Sebut Rokok Elektrik Tak Lebih Aman dari Rokok Konvensional

Dokter paru menyatakan rokok elektrik mengandung bahan toksik seperti rokok konvensional sehingga tidak lebih aman.