Yuk, Makan Ikan untuk Menghalau Alzheimer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menu ikan Salmon. REUTERS/Nancy Harmon Jenkins

    Ilustrasi menu ikan Salmon. REUTERS/Nancy Harmon Jenkins

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah studi baru dari Universitas Macau menyebutkan, asam lemak omega-3 tak jenuh dari ikan bisa menghalau amiolid-beta peptida, salah satu zat pemicu munculnya penyakit Alzheimer.

    Studi yang dipublikasikan dalam jurnal FASEB itu menunjukkan, asam lemak omega-3 tak jenuh bisa meningkatkan fungsi sistem glymphatic yang bertugas membersihkan "limbah" di otak. Limbah di otak muncul sebagai reaksi kimiawi sisa metabolisme tubuh saat beraktivitas.

    Bila limbah otak yang terdiri dari amiloid-beta dan protein menumpuk, maka bisa memicu perkembangan penyakit Alzheimer, parkinson, dan gangguan neurologis lainnya.

    Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti mengggunakan tikus transgenik sebagai objek ujicoba, untuk menyelidiki efek dari asam omega-3 tak jenuh pada fungsi sistem glymphatic.

    Hasil percobaan menemukan bahwa pada terjadi peningkatan fungsi sistem glymphatic, termasuk amiloid-beta dari otak.

    Sementara itu, pada tikus lain, peneliti memberikan minyak ikan kaya kandungan omega-3 dan menemukan peningkatan fungsi sistem glymphatik pada tikus itu.

    Omega-3 membantu mempertahankan homeostasis otak, yaitu kemampuan tubuh beradaptasi dengan lingkungan internal dan eksternal yang senantiasa berubah. Kemampuan ini berperan menghalau sejumlah penyakit neurologis, seperti penyakit Alzheimer, cedera otak traumatis, dan gangguan tidur.

    BISNIS

    Berita lainnya:
    6 Tanda Teman Pria Diam-diam Menyukaimu
    7 Gejala yang Dialami Wanita Memasuki Fase Menopause
    Ladies, Perhatikan Cara Deteksi Payudara Sendiri untuk Cegah Kanker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.