Jangan Berolahraga bila Merasakan 5 Masalah Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga lari/berlari/jogging. Shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga lari/berlari/jogging. Shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Olahraga adalah salah satu kunci hidup sehat. Menyadari hal ini, kaum urban pun mulai menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Hal ini bisa dilihat dari ramainya orang berolahraga saat car-free day, pusat kebugaran yang selalu penuh, hingga rutin melakukan olahraga berbekal video dari YouTube.

    Namun perlu diingat bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Berolahraga secara berlebihan bisa menyebabkan sindrom overtraining, yang berarti tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk kembali dalam performa normal setelah berbagai kegiatan olahraga tersebut.

    Sindrom overtraining umumnya terjadi pada atlet yang sedang berlatih untuk perlombaan. Ketika berolahraga, sistem imun tubuh meningkat. Jika tidak menyisihkan waktu untuk beristirahat, kita justru menekan sistem kerja imun tubuh tersebut. 

    Akibatnya, otot menjadi mudah lelah dan kehilangan massanya, hormon stres menjadi aktif, juga menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental, seperti kurangnya motivasi dan percaya diri, serta meningkatkan amarah dan tingkat stres.

    Untuk mengetahui sindrom ini, berikut ini beberapa gejalanya seperti dilansir Brit+Co.
     
    1. Detak jantung meningkat meskipun tidak sedang berolahraga
    Normalnya, semakin bugar tubuh, semakin rendah pula detak jantung ketika beristirahat (resting heart rate). Orang yang mengalami sindrom overtraining biasanya mengalami peningkatan detak jantung sekitar 10-15 kali per menit. Peningkatan detak jantung ini biasanya terjadi ketika orang akan mengalami sakit. Jadi sebaiknya luangkan waktu untuk istirahat.

    2. Sangat haus
    Jika kita merasa sangat haus dan tidak mampu menghilangkan rasa haus tersebut, bisa jadi tubuh mengalami katabolik, yaitu kondisi ketika tubuh memecah otot untuk memperoleh protein. Setelahnya, biasanya tubuh akan mengalami dehidrasi.

    3. Tidak bisa tidur
    Olahraga dalam kadar yang cukup mungkin bisa membantu tidur pulas. Namun, jika tubuh mengalami sindrom overtraining, hormon dan sistem saraf pusat menjadi tidak terkendali dan mengakibatkan insomnia.

    4. Menimbulkan rasa sakit dalam jangka waktu lama
    Umumnya, akan timbul rasa sakit pada beberapa bagian tubuh selama 1-2 hari setelah kita berolahraga berat. Jika rasa sakit tersebut bertahan hingga 3-4 hari, dan bahkan menyerang otot-otot, kemungkinan besar kita mengalami sindrom overtraining.

    5. Menurunnya performa
    Gejala sindrom overtraining lain adalah menurunnya performa ketika berolahraga. Apabila terjadi dalam beberapa hari berturut-turut, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk beristirahat.

    TABLOIDBINTANG

    Artikel lain:
    Mengikuti Perjalanan Usia Lewat Rambut
    Ngiler Melihat Makanan Enak? Ini Dia Penyebabnya
    6 Buah Ini Ternyata Lebih Sehat dari yang Kita Ketahui


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.