Tip Agar Anak Suka Masakan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak makan sayuran. shutterstock.com

    Ilustrasi anak makan sayuran. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan makan seseorang terbentuk sejak dini. Menurut laman Health Xchange, kebiasaan makan terbentuk sebelum seseorang menginjak usia 5 tahun.

    Untuk itu, jika Anda ingin membiasakan anak makan di rumah, harus dimulai sejak anak masih kecil. Anda bisa mengenalkan berbagai macam makanan dengan variasi rasa. Hal inilah yang dilakukan Shelly, 30 tahun, ibu dari satu orang putri berusia 3 tahun.

    Berdasarkan pengalamannya, Shelly menyarankan para orang tua agar tidak cepat menyerah ketika membiasakan anak makan di rumah. "Kuncinya, jangan cepat menyerah, hari ini anak tidak suka satu jenis masakan, besok-besok belum tentu anak tidak suka. Harus dicoba lagi dan lagi," tulisnya.

    Selain itu, menurut dia, para orang tua harus kreatif dalam memasak dan menyajikan makanan. "Saya beli bento mold buat cetakan nasi yang lucu-lucu biar dia enggak bosan meskipun kadang-kadang menunya itu-itu aja."

    Trik yang tidak jauh berbeda juga diterapkan Ni Putu Sasmika Dewi, 32 tahun. Ibu dari dua orang anak yang masing-masing berusia 3 tahun dan 14 bulan ini, suka mengubah cara memasak makanan agar putra pertamanya, Sean, tidak bosan mengkonsumsi makanan rumah.

    "Biar anak tetap suka makan masakan rumah, aku ubah cara masaknya. Misalnya, ikan biasanya digoreng kering, coba lain kali dimasak pakai bumbu kuning," tulisnya kepada kami melalui aplikasi chat.

    Namun, baik Shelly dan Ni Putu, sama-sama menekankan pentingnya mengenalkan makanan luar pada anak mereka. Shelly menyatakan ia pernah memiliki pengalaman anaknya tidak mau makan karena tidak terbiasa makanan luar. "Tetap ada waktu makan di luar, biasanya seminggu sekali. Karena dulu saya biasakan Naya makan masakan rumah, ketika diajak keluar, dia sama sekali enggak mau makan. Akhirnya, malah jadi repot," jelasnya.

    Untuk makan di luar, Ni Putu tidak lupa menerapkan pola makan yang sehat pada anaknya.  Menurut dia, meskipun makan di luar, sayuran harus tetap ada di dalam menu makan buah hatinya. "Setelah anak sudah bisa makan berat, aku kenalin sama masakan restoran, tapi aku pilih menunya. Yang mereka makan biasanya enggak terlalu jauh dengan menu di rumah. Dan sebisa mungkin dalam penyajiannya ada sayurnya, supaya anak tahu mau di rumah atau di luar pasti harus ada sayur," ujarnya.

    Perihal keinginan anak jajan, keduanya mengaku memiliki anak yang tidak terlalu suka meminta jajan. "Biasanya sih kalau ke warung, dia minta dibeliin susu. Kalau untuk snack, biasanya makan pas dapet goodie bag ulang tahun aja," tutur Shelly.

    Jawaban hampir senada pun diutarakan Ni Putu. "Sean jarang minta jajan. Paling kalau belanja bulanan baru dia minta beli cokelat. Kalau jajan pun, aku kasih persyaratan buat dia, misalnya harus beresin mainannya sendiri," pungkasnya.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Jangan Lupakan Proses Bonding Ibu dan Anak Sejak Dini
    Tidak Baik Tubuh Kelebihan Air
    7 Profil Kesehatan yang Sering Ditutupi Pasien dari Dokter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara