Duduk Terlalu Lama dan 4 Kesalahan yang Sering Dilakukan Wanita di Toilet

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita di toilet. Shutterstock

    Ilustrasi wanita di toilet. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Toilet merupakan tempat pembuangan limbah manusia. Hal yang paling menjadi perhatian utama saat menggunakan toilet adalah kebersihannya. Kebersihan area ini sangat penting untuk pencegahan beberapa penyakit dan infeksi seperti diare, hepatitis, dan infeksi saluran kemih. 

    Namun setiap orang memiliki rutinitas ke toilet yang berbeda-beda. Selain kebersihan, ada beberapa hal yang bisa salah selama perjalanan Anda ke jamban yang dapat meningkatkan risiko infeksi, iritasi, dan penyakit.

    Berikut ini lima kesalahan kamar mandi yang mungkin Anda buat dan cara memperbaikinya

    1. Terlalu lama duduk di toilet
    Menghabiskan waktu ekstra untuk melihat-lihat feed Instagram Anda adalah satu hal. Tetapi jika Anda benar-benar mengejan, Anda bisa berisiko terkena wasir - pembuluh darah yang nyeri dan bengkak di anus Anda yang bisa berdarah, menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat.

    "Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar, bangunlah, berjalan-jalan, dan kembali lagi," kata Anish Sheth, M.D., seorang ahli gastroenterologi dan penulis What's Your Poo Telling You ? seperti dilansir dari laman Shape. "Berjalan-jalan dapat merangsang usus untuk menggerakkan benda ke hilir dan juga membantu Anda rileks sehingga Anda tidak perlu memaksakan sesuatu." Jika Anda sering tegang saat pergi ke kamar mandi, perhatikan diet Anda lebih dekat. Pastikan Anda mendapatkan serat yang cukup, sekitar 25 hingga 30 gram per hari, serta banyak air.

    ADVERTISEMENT

    2. Tidak menyeka dari depan ke belakang
    Sejak hari Anda menguasai latihan pispot (dan orang tua Anda bersorak karena kegembiraan), Anda telah membersihkan diri tanpa berpikir dua kali. Tapi, setelah buang air kecil, banyak wanita masih mengusap ke arah yang salah. 

    "Selalu lap dari depan ke belakang," kata Alyssa Dweck, M.D., seorang ob-gyn dan penulis V untuk Vagina. "Menyeka dari belakang ke depan dapat membawa bakteri dari rektum ke uretra dan meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih." Dan, karena uretra wanita relatif pendek, bakteri dapat dengan mudah masuk ke kandung kemih Anda dan meningkatkan peluang Anda lebih jauh untuk mengembangkan ISK yang menyedihkan.

    3. Terlalu banyak menyeka
    Ketika berbicara tentang pembersihan di bawah, percakapan cenderung berfokus pada apakah Anda harus membersihkan dari depan ke belakang atau tidak. Dan meskipun mengetahui bagaimana wanita harus menghapus itu penting, mengetahui berapa banyak wanita harus menghapus juga kuncinya. Lain kali Anda menyeka, ingatlah lebih sedikit itu lebih baik - dan bukan hanya karena Anda tidak dapat mengganti gulungan tisu toilet setiap dua hari sekali. "Mengusap berlebihan dapat mengiritasi kulit perianal dan menyebabkan lecet kecil yang memicu peradangan dan gatal," kata Dr. Sheth, yang menambahkan bahwa hanya diperlukan satu atau dua tisu.

    Jika Anda perlu menyeka lebih dari itu, Anda mungkin belum sepenuhnya mengosongkan sistem Anda atau Anda bisa mengalami sembelit (dalam hal ini, tingkatkan asupan serat dan air seperti yang Anda lakukan untuk mencegah wasir). Jika Anda masih memerlukan lebih dari beberapa tisu, pertimbangkan untuk beralih ke tisu toilet basah atau tisu bayi tanpa pewangi. "Tisu basah mengurangi gesekan saat menyeka dan menyebabkan lebih sedikit iritasi," jelas Dr. Sheth. 

    4. Menggunakan pengering udara
    Pengering udara juga disebut peniup kuman: Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa pengering udara jet menyebarkan mikroba 27 kali lebih banyak daripada handuk kertas dan hampir lima kali lebih banyak bakteri daripada penghembus udara hangat. Dan sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa pengering udara panas menyedot bakteri dari udara kamar mandi biasa (yang biasanya merupakan hasil dari "bulu toilet" atau kotoran yang terlempar ke udara saat dibilas) dan kemudian meniupnya ke seluruh tangan Anda. Solusinya, ambil handuk kertas untuk mengeringkan sarung tangan Anda dan menuju pintu secepatnya untuk mengurangi paparan Anda terhadap bakteri udara yang berputar-putar. 

    5. Membersihkan vagina secara berlebihan
    Hanya karena ada produk yang dapat membuat vagina wangi segar seperti bunga, bukan berarti Anda harus menggunakannya. "Vagina tidak perlu dibersihkan dan disegarkan secara berlebihan dengan sabun, pencucian, semprotan, dan tisu, yang sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan pH normal dan menyebabkan gatal-gatal, iritasi. , dan ruam, "jelas Dr. Dweck. Cukup cuci dengan sabun lembut dan air saat mandi atau mandi.

    Satu alat yang bisa membantu? Pengering rambut untuk menghilangkan kelembapan berlebih. "Gunakan dengan pengaturan rendah dan dingin setelah mandi jika Anda rentan terhadap infeksi atau iritasi," tambahnya. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?