Cerita Awal Barista Gabriela Karen Fernanda Jatuh Cinta pada Kopi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barista Gabriela Karen Fernanda saat ditemui dalam acara Indonesia Coffee and People Festival di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Barista Gabriela Karen Fernanda saat ditemui dalam acara Indonesia Coffee and People Festival di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2020. TEMPO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Gabriela Karen Fernanda mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta kopi. Pasalnya, wanita berambut panjang ini sempat viral dan menjadi perbincangan warganet karena pekerjaannya sebagai seorang barista. Memang ini adalah hal yang tak biasa lantaran barista identik dengan aktivitas pria.

    Namun sebenarnya, apa alasan Gabriela bisa jatuh cinta dengan barista? Rupanya, wanita berusia 28 tahun ini mengaku bahwa ini bermula dari kecintaannya pada kopi sejak kecil. “Dulu saya tinggal sama kakek nenek dan sejak kecil selalu melihat mereka minum kopi. Jadi ikut mencoba dan suka,” katanya saat ditemui dalam acara Indonesia Coffee and People Festival di Jakarta pada Jumat, 14 Februari 2020.

    Hingga kuliah, Gabriela menjelaskan bahwa kebiasan minum kopi tersebut tidak hilang. Bahkan saat mengerjakan tugas kuliah ataupun nongkrong bersama teman, kedai kopi lah yang akan menjadi tujuan. Sampai pada tahun 2017, ia pun mendapatkan tawaran untuk bekerja pada kedai kopi milik temannya. “Teman saya menawarkan untuk jadi barista. Karena memang dasarnya suka kopi akhirnya mau mencoba,” katanya.

    Saat mencoba menjadi barista, Gabriela ternyata semakin jatuh cinta dengan kopi. Ia menemukan bahwa teknik membuat kopi sangat unik sehingga menanamkan rasa penasaran pada dirinya. “Setelah terjun langsung, ternyata banyak sekali yang bisa dikulik dari kopi. Contohnya diberi air suhu beda, caranya beda bisa menghasilkan rasa yang beda. Jadi bikin makin ingin mengulik lebih dalam lagi,” katanya.

    Adapun kesulitan dan tantangan yang dihadapi selama bekerja sebagai barista. Salah satunya adalah palet rasa. Gabriela mengatakan bahwa dulu ia sulit membedakan rasa kopi. “Misalnya ada yang bilang ini kopi ada rasa lecinya tapi saya enggak dapet. Tapi belajar terus akhirnya bisa. Kepekaan ini memang sulit tapi kalau terus diasah bisa sih,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.