Pentingnya Menjaga Kebersihan Seksual Agar Terhindar dari 8 Penyakit IMS Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Miss V

    Ilustrasi Miss V

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebersihan seksual wajib diperhatikan bagi wanita maupun pria. Hal ini karena sejumlah besar infeksi berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual, yang dikenal sebagai penyakit menular seksual atau IMS. Cara umum penularan IMS adalah melalui lendir alat kelamin seperti air mani pada pria dan cairan vagina atau darah pada wanita. Kondisi ini sering disebabkan karena hubungan seks tanpa kondom atau oleh penggunaan mainan seks yang terinfeksi.

    Menjaga kebersihan seksual sangat penting dari sudut pandang kesehatan. Kebersihan seksual yang buruk tidak dapat dikenali hanya dengan melihat seseorang tetapi dapat menyebabkan masalah kesehatan utama seperti kanker dan kerusakan otak permanen ketika ditularkan selama hubungan seksual. Karena itu, seseorang harus menjaga kebersihan seksual dan mencegah pemindahan infeksi. Jika seseorang percaya bahwa alat kelaminnya terinfeksi, mereka harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit.

    Berikut adalah daftar penyakit yang dapat berpindah dari orang yang terinfeksi karena kebersihan seksual yang buruk, seperti dilansir dari laman Boldsky.

    1. Gonore
    Terjadinya gonore paling tinggi di kalangan remaja dan orang dewasa karena merupakan infeksi yang paling mudah ditularkan di antara orang-orang yang melakukan kontak seksual. Ini disebabkan karena bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae yang ditransfer dari orang yang terinfeksi selama hubungan seks vaginal, anal atau oral. Gejala gonore meliputi keluarnya cairan berwarna kuning / hijau dari penis atau vagina dan rasa sakit saat kencing.

    2. Herpes
    Ini adalah infeksi virus yang disebabkan karena virus bernama herpes simplex. Virus ini terutama menyerang selaput lendir seperti alat kelamin, dubur atau mulut. Gejala herpes termasuk lepuh, bisul atau luka di area genital, nyeri saat buang air kecil, gatal dan keputihan. Alasan umum untuk pengalihan infeksi adalah hubungan seks tanpa kondom, menggunakan mainan yang terinfeksi dan seks oral.

    3. Hepatitis
    Hepatitis adalah suatu bentuk infeksi virus yang disebabkan karena beberapa alasan. Di antara lima jenis hepatitis, Hepatitis B dan C terutama disebabkan ketika seseorang bersentuhan dengan cairan tubuh yang menular seperti air mani, darah dan cairan vagina. Orang dengan banyak pasangan seks juga bisa mendapatkan kondisi tersebut. Gejalanya adalah kulit pucat, urin gelap, sakit perut, dan kelelahan ekstrem.

    4. Sifilis
    Sifilis adalah jenis infeksi bakteri yang menyebar melalui selaput lendir seperti vagina, penis, dubur, dan mulut. Ini ditandai dengan luka kecil seperti kutil di alat kelamin bersama dengan ruam yang biasanya tidak gatal. Bakteri yang bertanggung jawab untuk kondisi ini adalah Treponema pallidum. Ini disebabkan karena hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks pria-pria atau seks dengan banyak pasangan.

    5. Chlamydia
    Ini umum terjadi pada pria dan wanita dari semua kelompok umur. Namun, terutama ditemukan pada wanita muda. Gejala klamidia termasuk keputihan, buang air kecil yang menyakitkan, hubungan seksual yang menyakitkan, perdarahan setelah berhubungan seks (pada wanita) dan nyeri pada testis. Bakteri klamidia umumnya disebarkan melalui hubungan seks vaginal, oral, atau anal.

    6. Genital warts
    Genital warts atau yang dikenal dengan istilah kutil kelamin disebabkan oleh virus bernama human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seks vaginal, oral atau anal. Ini mempengaruhi kedua jenis kelamin tetapi perempuan lebih rentan terhadap IMS ini. Genital warts dapat muncul pada area genital seperti penis, vagina, selangkangan, skrotum, leher rahim dan anus. Gejalanya meliputi gatal, nyeri, sensasi terbakar, keputihan dan pendarahan.

    7. Uretritis Nongonokokal (NGU)
    Hal ini ditandai dengan peradangan pada uretra karena infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis kuman seperti klamidia trachomatis dan haemophilus vaginalis, selain kuman penyebab gonore. Kuman-kuman yang dianggap bertanggung jawab atas NGU biasanya ditularkan melalui aktivitas seksual ketika orang bersentuhan dengan lendir yang terinfeksi. Gejalanya adalah keputihan, papula penis, sensasi terbakar saat kencing, nyeri tekan, dan gatal serta perdarahan vagina.

    8. Vaginitis
    Ini adalah kondisi yang ditandai oleh peradangan vagina. Biasanya, vagina mengandung sejumlah kecil bakteri (lactobacilli) dan ragi (C.albicans), tetapi ketika jumlah mikroorganisme melebihi karena berkurangnya kadar estrogen atau penyebab lainnya, wanita mengalami gejala seperti keputihan yang berbau busuk, bau amis, bercak ringan, gatal dan buang air kecil yang menyakitkan.

    Tips Pencegahan Infeksi Menular Seksual
    - Gunakan kondom lateks untuk pengalaman seks yang aman.
    - Lakukan kebersihan yang baik dengan membersihkan alat kelamin Anda secara teratur dengan air dan sabun ringan.
    - Hindari menggunakan petroleum jelly atau pelumas berbahan dasar minyak.
    -Minumlah banyak air karena membantu menghilangkan semua kuman dari alat kelamin
    - Berhubungan seks hanya dengan satu pasangan dan hindari melakukannya dengan banyak pasangan
    - Buang air kecil setelah hubungan intim
    - Sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan baru Anda, periksa tanda-tanda infeksi
    - Hindari konsumsi alkohol berlebihan yang dapat menyebabkan Anda melakukan aktivitas seksual yang tidak diinginkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.