Ketagihan Bubble Tea, Ada Cara Menikmatinya Tanpa Rasa Bersalah

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bubble milk tea. (Pixabay.com)

    Ilustrasi bubble milk tea. (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bubble tea minuman yang sedang digemari. Ada banyak produsen bubble tea yang berlomba-lomba membuka gerai baru. Bahkan boba lovers, sebutan untuk pecinta bubble tea, rela antre berjam-jam demi membeli minuman yang terdiri dari susu, teh, dan bubble atau butiran-butiran yang terbuat dari tapioka. 

    Istilah boba milk tea mengacu pada beragam minuman manis yang tidak berkarbonasi atau bersoda dan nonalkohol. Komposisinya biasa terdiri dari teh yang telah diseduh atau yang terbuat dari konsentrat, susu atau bahan tambahan lainnya yang dapat membuat minuman menjadi creamy, pemanis buatan, dan topping boba atau bubble.

    Teh hitam, teh melati, dan teh hijau termasuk jenis teh yang paling sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan bubble tea. Namun teh dengan rasa buah-buahan juga banyak digemari. Mulai dari mangga, kiwi, stroberi, melon, hingga markisa.

    Pada dasarnya, komposisi dari bubble tea hampir sama di semua tempat. Tapi jumlah kalori dalam satu gelas teh susu tergantung pada bagaimana minuman ini disesuaikan dengan keinginan Anda. Beberapa komposisi di bawah ini akan memengaruhi jumlah kalori dan gula dari segelas bubble tea favorit Anda:

    1. Topping
    Meminum segelas milk tea memang terasa kurang lengkap jika tanpa topping. Padahal, beragam topping yang tersedia bisa menambah kalori ke dalam tubuh Anda. Topping dengan kalori tertinggi diduduki oleh milk foam. Topping ini yang mengandung sebanyak 203 kalori. Di urutan kedua, ada topping cheese foam dengan kira-kira 180 kalori.

    Sementara urutan ketiga diduduki oleh bubble atau bola-bola tapioka yang mengandung 156 kalori. Pelengkap milk tea ini juga tinggi karbohidrat. Jika Anda memang sangat menyukai topping dalam minuman Anda, sebaiknya pilih jenis topping yang rendah kalori. Misalnya, lidah buaya dan kacang merah. Kedua topping ini mengandung kalori paling sedikit dibandingkan berbagai topping lainnya.

    2. Susu
    Penggunaan susu gandum organik atau susu almond tentunya akan lebih sehat dan mengandung lebih sedikit kalori. Namun bisa dibilang, tidak banyak pedagang boba milk tea yang menggunakan bahan-bahan ini. Sebagian besar pedagang bubble tea mungkin saja memanfaatkan produk susu pada umumnya untuk menciptakan cita rasa creamy dalam minuman kekinian ini.

    3. Perasa buah-buahan
    Perasa buah yang terbuat dari sirup mengandung lebih banyak kalori dan pastinya kurang menyehatkan jika dibandingkan dengan sari buah alami.

    4. Gula
    Selain jumlah kalori, jumlah kadar gula juga penting untuk diperhatikan. Orang dewasa seharusnya hanya boleh mengonsumsi 8-11 sendok teh gula dalam sehari. Sementara batasan konsumsi gula per hari untuk anak-anak dan remaja adalah di bawah lima sendok teh per hari.

    Dalam segelas bubble milk tea berukuran 500 ml dengan takaran gula normal, bisa mengandung gula sebanyak delapan sendok teh. Takaran gula tersebut sudah memenuhi batas kadar gula yang masuk ke tubuh orang dewasa dan berlebihan bagi anak-anak serta remaja. Bayangkan saja jika Anda mengonsumsi boba milk tea dalam ukuran yang lebih besar, kadar gulanya tentu akan lebih tinggi lagi, bukan?

    Tips minum bubble tea tanpa rasa bersalah

    Namun, bagi Anda yang sudah terlanjur cinta pada bubble tea dan rasanya tidak bisa berhenti mengonsumsinya, simak beberapa tips berikut agar Anda tidak terlalu merasa bersalah setiap kali menikmatinya:

    - Pilihlah gelas yang berukuran kecil saat hendak membeli bubble milk tea.
    - Jangan lupa untuk meminta agar takaran gulanya dikurangi, misalnya 30% lebih rendah atau tanpa gula sama sekali.
    - Jangan menggunakan topping atau pilih topping yang rendah kalori.
    - Pilihlah susu yang rendah lemak atau susu skim.
    - Batasi frekuensi konsumsinya, misalnya hanya satu atau dua gelas milk tea dalam seminggu.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.