Keramas Tak Sekedar Pakai Sampo dan Air, Ini Cara yang Benar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keramas. aolcdn.com

    Ilustrasi keramas. aolcdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keramas tak sekedar membersihkan rambut. Anda wajib mengetahui cara keramas yang benar. Untuk mengetahui cara keramas yang benar, Anda perlu tahu jenis rambut dan kondisi kulit kepala.

    Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan seputar keramas. Bukan hanya membersihkan rambut seperti halnya membersihkan tubuh saja, Anda perlu tahu juga bagaimana caranya, produk apa yang digunakan, hingga frekuensi keramas yang tepat.

    Berikut ini beberapa cara keramas yang benar sesuai dengan kondisi rambut setiap orang:

    1. Rambut berminyak
    Bagi orang yang memiliki rambut berminyak, kebutuhan untuk keramas bisa jadi lebih tinggi ketimbang orang dengan jenis rambut lain. Hanya dalam waktu singkat, rambut bisa kembali berminyak atau lepek karena kelebihan produksi minyak dari kulit kepala.

    Idealnya, cara keramas yang benar untuk rambut berminyak adalah setiap 2 hari sekali. Tak perlu setiap hari karena rambut akan memproduksi minyak yang sama terlepas dari frekuensi keramas Anda.

    Jika Anda menggunakan kondisioner, hanya gunakan pada ujung-ujung rambut. Jangan aplikasikan kondisioner pada bagian kulit kepala. Kurangi penggunaan produk perawatan rambut seperti gel dan mousse karena hanya akan menambah produksi minyak.

    2. Rambut kering
    Pemilik rambut kering sebaiknya hanya mencuci rambut setidaknya 2 kali dalam sepekan, tergantung pada aktivitas yang dilakukan. Mencuci rambut terlalu sering hanya akan membuat produksi minyak alami dari kulit kepala berkurang. Rambut kering tidak dapat menjaga kelembapan agar rambut berkilau dan halus, itu sebabnya pilihlah sampo khusus untuk rambut kering. Anda juga dapat menggunakan kondisioner untuk menambah kelembapan rambut.

    3. Rambut normal
    Salah satu kemewahan bagi mereka pemilik rambut normal adalah bisa mencuci rambut kapan pun yang dimau. Meski demikian, bukan berarti Anda bebas mencuci rambut terlalu sering atau terlalu jarang. Pilih frekuensi mencuci rambut yang sesuai dengan kondisi rambut Anda. Hal ini juga bergantung pada banyak aspek seperti aktivitas yang dilakukan hingga cuaca.

    4. Rambut diwarnai
    Untuk menjaga rambut yang diwarnai, frekuensi mencuci rambut juga sebaiknya dikurangi. Semakin jarang rambut dicuci, semakin tahan lama pula warna rambut. Rambut yang diwarnai juga perlu dikeramas dengan shampo khusus. Bagi mereka yang memiliki kondisi rambut berminyak, coba siasati dengan menggunakan dry shampoo dua hari sekali. Pastikan pula menggunakan produk perawatan rambut seperti sampo dan kondisioner khusus untuk rambut berwarna.

    Tak hanya tahu cara keramas yang benar saja, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan rambut. Beberapa di antaranya adalah:

    - Aplikasikan kondisioner pada batang dan ujung rambut, bukan pada kulit kepala
    - Hindari penggunaan air panas karena rentan merusak rambut
    - Jangan menggunakan hair dryer saat rambut masih basah karena bisa merusak kelembapan alami rambut
    - Secara berkala, pijat perlahan kulit kepala untuk melancarkan sirkulasi darah
    - Tidak mengeringkan rambut dengan menggosokkan terlalu keras ke handuk

    Rambut Anda, tentu Anda pula yang tahu betul bagaimana kondisinya. Cari tahu jenis rambut dan temukan produk yang paling cocok. Tentu perlu waktu sampai Anda menemukan produk yang paling tepat. Pastikan pula air yang digunakan untuk keramas benar-benar bersih. Semua tahapan saat keramas seperti menggunakan sampo, kondisioner, hingga membilas harus dilakukan hingga tuntas demi kesehatan rambut.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.