Mengulik Diet Keto dan Rendah Karbo yang Ampuh Turunkan Bobot

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika tahun berakhir dan dorongan liburan terus datang Anda mungkin sudah mempertimbangkan rencana penurunan berat badan di tahun 2020. Beberapa metode diet populer seperti diet rendah karbohidrat dan keto, tentu menarik untuk dicoba. Tapi mungkin sebagian dari kita masih peanasaran apa yang membuat diet keto berbeda dari diet rendah karbohidrat secara umum?

    Mari kita mulai dengan latar belakang. Diet ketogenik diciptakan pada 1920-an untuk mengobati anak-anak dengan gangguan kejang yang pengobatannya tidak lagi berhasil. Penelitian telah menunjukkan bahwa berada dalam keadaan ketosis — artinya tubuh menggunakan lemak untuk bahan bakar alih-alih sumber alami dan yang disukai, glukosa — mengurangi frekuensi kejang. Manfaat membakar lemak jelas memberi diet ini daya tarik massa sekarang.

    Diet rendah karbohidrat, di sisi lain, juga telah ada selama beberapa dekade, tetapi dalam berbagai bentuk. Ingat diet Atkins dan South Beach, yang mulai populer pada awal 2000-an? Kedua contoh utama diet berdasarkan pada meminimalkan asupan karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti roti putih, pasta, kue dan lainnya.

    Meskipun orang sering membingungkan keto dengan istilah yang lebih umum "rendah karbohidrat," menurut Brigitte Zeitlin, ahli diet terdaftar dan pemilik BZ Nutrition di New York City, mengatakan kedua diet itu sebenarnya sangat berbeda.

    Pertama dan terpenting, keto adalah diet yang jauh lebih ketat, kata Zeitlin. Meskipun keto memang diet rendah karbohidrat, tidak semua diet karbo adalah keto. 

    Diet keto memiliki struktur yang cukup ketat, di mana orang tersebut mengonsumsi 70 persen kalori harian dari lemak, 20 persen dari protein, dan 10 persen dari karbohidrat. Sepuluh persen dari segalanya, terutama karbohidrat, sebenarnya tidak banyak. Dan beberapa orang bahkan membawanya lebih jauh, hingga 70 persen lemak, 25 persen protein, 5 persen karbohidrat.

    Sebaliknya, menjadi rendah karbohidrat sedikit tergantung pada interpretasi: Apa yang Anda anggap rendah karbohidrat dapat berarti memotong setiap jenis biji-bijian atau gula, sementara bagi orang lain, itu mungkin termasuk makan sepotong buah atau satu porsi biji gandum. Itu semua sangat relatif.

    Dengan diet karbo secara umum, Anda mungkin (dan mudah-mudahan) tidak makan lemak sebanyak yang Anda bisa jika Anda mencoba untuk memaksa tubuh Anda ke dalam ketosis. Sebaliknya, Anda menggunakan lebih banyak protein tanpa lemak dan sayuran agar tetap kenyang dan berenergi.

    Mana yang lebih diet rendah karbohidrat atau keto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.