Sedang Berjerawat? Ini Dua Makanan yang Harus Dihindari

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    Ilustrasi jerawat/komedo. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jerawat menjadi masalah banyak orang, khususnya perempuan karena menggangu penampilan. Sejumlah cara dan produk kecantikan yang mahal pun dicoba demi menghilangkan jerawat yang muncul. Namun, tanpa disadari jerawat dapat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi.

    Dilansir dari Independent.co.uk, Selasa, 8 Oktober 2019, makanan yang Anda pikir akan menimbulkan jerawat, seperti junk food dan cokelat tidak ada hubungannya dengan kemunculan jerawat.

    "Makanan berminyak atau gorengan tidak menyebabkan jerawat," kata dokter kulit bersertifikat Melanie Palm.

    Tapi, memang ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari ketika berjerawat. Menurut ahli kulit Jennifer Chwalek, sebagian makanan dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang. Biasanya makanan yang dihindari adalah karbohidrat dan gula olahan karena dapat memicu peningkatan kadar gula darah yang dapat menghasilkan minyak dan menyumbat pori-pori kulit sehingga dapat muncul jerawat.

    Selain itu, susu juga merupakan makanan yang harus dihindari saat berjerawat. Susu yang dimaksud adalah susu sapi, khususnya susu skim, karena kandungan gula yang tinggi dan juga hormon menyusui. Untuk olahan susu lainnya, seperti yoghurt, dan keju belum diketahui apakah dapat mempengaruhi pertumbuhan jerawat.

    Meski demikian, jenis makanan karbohidrat, gula, dan susu yang dapat memperparah pertumbuhan jerawat hanya terjadi pada sebagian orang saja.

    Selain menjaga makanan yang dikonsumsi, mencuci wajah Anda dua kali sehari dapat dilakukan untuk menghilangkan minyak yang menyumbat pori-pori penyebab jerawat lainnya.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.