Minyak Goreng Curah Tak Bergizi? Ini Penjelasan Pakar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minyak goreng. palmoilhealth.org

    Minyak goreng. palmoilhealth.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Minyak goreng curah banyak dipilih masyarakat karena harganya lebih murah dibandingkan dengan minyak bermerek yang telah dikemas. Namun, belum lama ini pemerintah menganjurkan masyarakat tak menggunakan minyak curah demi alasan kesehatan.

    Salah satu alasannya adalah minyak goreng curah tidak mendapatkan tambahan gizi. "Minyak yang dijual dengan merek, produsen sudah menambah dengan fortifikasi misalnya ada tambahan gizi. Minyak curah itu tidak ada tambahan, hanya kelapa sawit," ujar Medical Department Kalbe Farma, dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi di Bogor, Selasa, 8 Oktober 2019. 

    Minyak curah juga ada yang telah dipakai berkali-kali dan disaring hingga warnanya kembali bening. Pada minyak ini kandungan lemaknya menjadi tidak stabil karena telah melalui pemanasan berkali-kali.

    "Struktur dari lemak semakin sering dipanaskan, rantainya tidak stabil atau dikenal sebagai minyak trans. Semakin dipanaskan lemak jadi tidak stabil. Kandungan lemak trans tinggi," ujar Dedy.

    Lemak trans bisa meningkatkan kolesterol jahat atau LDL yang memicu penyakit jantung, salah satu penyebab utama kematian pada pria dan wanita, serta terkait dengan risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2.

    Lebih lanjut, minyak kelapa sawit memang disarankan untuk proses memasak dengan digoreng karena tidak ada ikatan rangkap.

    "Justru minyak yang ada ikatan rangkap tidak boleh untuk menggoreng. Semakin banyak ikatan rangkapnya pada saat dipanaskan akan mudah menjadi lemak trans," kata Dedy.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.