Kumis Kucing Bermanfaat untuk Batu Ginjal hingga Rematik

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daun kumis kucing.

    Daun kumis kucing.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari dulu tanaman kumis kucing dikenal dengan manfaatnya untuk mengatasi kencing batu atau batu ginjal. Ternyata selain itu, ada banyak khasiat tanaman hias ini untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui.

    Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) adalah tanaman yang banyak dijumpai di daerah yang bersuhu sedang, termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh pendek mirip semak-semak, dan memiliki bunga berwarna putih, merah mudah, atau ungu, serta memiliki benang sari yang menjuntai keluar dari kelopak bunganya sehingga berbentuk mirip kumis kucing.

    Biasanya bagian daunlah yang kerap dimanfaatkan sebagai obat-obatan. Untuk merasakan manfaat daun kumis kucing ini, daun akan dikeringkan terlebih dahulu kemudian diolah menjadi teh (kemasan sachet), tablet, ataupun kapsul yang mengandung ekstrak daun kumis kucing.

    Manfaat tanaman kumis kucing untuk kesehatan biasanya berhubungan dengan saluran pembuangan manusia, yakni ginjal dan saluran kemih. Kumis kucing seringkali digunakan sebagai obat ‘terapi irigasi’, yakni meminum obat yang mengandung kumis kucing dengan banyak air agar buang air kecil lebih sering dan banyak.

    Berikut manfaat kumis kucing yang perlu Anda ketahui.

    1. Menghancurkan batu ginjal

    Di Indonesia, khususnya Pulau Jawa, teh herbal yang mengandung daun kumis kucing sudah banyak dipakai sebagai obat penghancur batu ginjal. Namun, batu ginjal yang bisa diatasi dengan daun kumis kucing hanya yang berukuran kecil, yakni kurang dari 5 cm.

    2. Menyehatkan saluran pembuangan

    Selain menghancurkan batu ginjal, manfaat daun kumis kucing lainnya ialah menyehatkan saluran pembuangan. Ini termasuk menyembuhkan infeksi ginjal, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, hingga menghancurkan batu kandung kemih.

    3. Mengatasi batu empedu

    Manfaat kumis kucing ini didapat dengan mengombinasikan ekstrak daun kumis kucing dengan tumbuhan lain, seperti Sonchus spp atau Barleria spp. Kombinasi ini juga diklaim bisa meringankan penyakit nefritis, batu empedu dan diabetes. 

    4. Mengobati encok dan rematik

    Kumis kucing mengandung enzim flavonoid yang mampu meringankan gejala encok. Selain dikonsumsi mentah, Anda bisa mencampur ekstrak kumis kucing dengan tanaman lain untuk memaksimalkan efek ini. Cara mengolah kumis kucing yang sama juga dapat digunakan untuk meringankan gejala rematik.

    5 Menurunkan tekanan darah

    Penelitian tahap awal memperlihatkan konsumsi suplemen yang mengandung ekstrak daun kumis kucing, berberine, monacolin, dan policosanols dalam dosis tertentu mampu mengatasi tekanan darah tinggi. Namun, manfaat daun kumis kucing yang satu ini tidak seampuh efek ‘pil air’ yang disebut hydrochlorothiazide.

    Selain lima manfaat di atas, kumis kucing juga diklaim bisa mengatasi masalah pada hati dan kondisi lain, seperti napas tersengal-sengal dan kelainan sistem saraf. Namun, manfaat kumis kucing tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut.

    Jika tidak ingin repot mengolahnya, kini banyak suplemen yang mengandung ekstrak kumis kucing. Namun, Anda tidak boleh mengonsumsinya melebihi dosis yang dianjurkan oleh dokter atau tertera pada kemasannya.

    Dosis untuk tiap orang berbeda-beda, tergantung usia, kondisi kesehatan Anda, dan lain-lain. Sayangnya lagi, pada saat ini belum ada batas minimal dan maksimal penggunaan kumis kucing sehingga Anda sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum meminum suplemen ini.

    Untuk menghindari efek samping yang mungkin terdapat di balik manfaat kumis kucing, Anda sebaiknya hanya mengonsumsi suplemen ini dalam waktu pendek.

    Sebaliknya, Anda tidak disarankan meminum ekstrak kumis kucing bila sedang hamil atau menyusui, menderita retensi cairan (edema) karena penyakit jantung atau ginjal, memiliki tekanan darah rendah, dan akan menjalani prosedur operasi (hentikan pemakaian ekstrak kumis kucing selama dua minggu sebelum operasi).

    Bagi Anda yang tengah menjalani pengobatan dengan mengonsumsi zat yang mengandung lithium, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kumis kucing. Pasalnya, ketika kumis kucing memainkan perannya sebagai zat diuretik, tubuh akan membuang lebih banyak cairan, namun lebih sulit membuang lithium di dalam tubuh. Terlalu banyak kandungan lithium di dalam tubuh bisa berakibat negatif.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.