Waspadai Batu Ginjal, Cek Penyebab dan Gejalanya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batu ginjal.

    Batu ginjal.

    TEMPO.CO, Jakarta - Batu ginjal adalah masalah yang dialami banyak orang. Bentuknya bisa sekecil pasir sampai sebesar bola golf, bisa berbentuk sebongkah batu besar atau kumpulan batu dengan beragam ukuran.

    Ada dua jenis batu ginjal, yakni batu kolesterol, yang merupakan 80 persen kasus batu ginjal, dan batu pigmen, yang terbentuk dari bilirubin, zat dalam cairan empedu. Cairan empedu diproduksi di liver dan disimpan di kantong empedu, lalu dialirkan ke usus kecil. Fungsinya adalah membantu mencerna lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, yakni vitamin A, D, E, dan K.

    Batu ginjal terbentuk bila ada ketidakseimbangan dalam proses aliran cairan empedu. Batu kolesterol terbentuk bila dalam cairan empedu terdapat banyak kolesterol, bilirubin, atau tak cukup garam cairan empedu.

    “Kolesterol biasa ada dalam cairan empedu. Ketika timbunannya sudah tidak normal, kolesterol itu membentuk kristal dan terus membesar sampai akhirnya disebut batu,” kata Dr Kalman Bencsath, ahli bedah di Cleveland Clinic di Ohio, Amerika Serikat, kepada Live Science.

    Risiko perempuan terkena batu ginjal sama besarnya dengan laki-laki. Penyebabnya adalah terlalu banyak estrogen saat kehamilan, terapi pengganti hormon, dan pil KB yang bisa menaikkan kadar kolesterol, serta mengurangi pergerakan di kantong empedu.

    Baca juga:
    Penyakit Ginjal Kronis Sering Terlambat Terdeteksi. Cek Gejalanya
    Penyebab Perempuan Rentan Terkena Penyakit Ginjal
    Hindarkan Diri dari Penyakit Ginjal dengan CERDIK

    Sementara itu, batu ginjal yang hitam terbentuk dari polimer bilirubin dan kalsium karbonat, tapi jarang yang mengandung kolesterol. Batu ini paling banyak ditemukan dalam kantong empedu dan bisa terjadi akibat kerusakan liver, penyakit liver karena alkohol, anemia hemolitik, dan usia lanjut.

    Batu ginjal berwarna cokelat biasanya terdiri dari kalsium bilirubinat, asam lemak, dan sedikit kolesterol. Mayoritas kasus batu ginjal tanpa gejala khusus. Biasanya batu ginjal baru diketahui keberadaannya setelah melakukan pemeriksaan dengan sinar X, operasi di perut, atau prosedur medis lain.

    Gejala yang paling umum adalah rasa sakit di bagian atas perut sebelah kanan, rasa sakit di sekitar punggung, atau di bagian kanan tulang belikat. Masalah batu ginjal biasanya terjadi pada orang yang terlalu gemuk atau terlalu kurus.

    Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Gut pada 2005 disebutkan bahwa asupan karbohidrat yang tinggi dan indeks glikemik naik bisa meningkatkan risiko terkena batu ginjal pada pria, sehingga perubahan pola makan sangat diperlukan.

    Untuk pengobatan, penderita bisa memilih antara ditembak (dihancurkan) atau dioperasi dan diangkat. Namun, bila kondisinya masih bisa diatasi dengan obat-obatan, pil yang mengandung ursodiol bisa menjadi solusi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.