Daun Kumis Kucing, Ada Manfaat tapi Waspada Efek Sampingnya

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Daun kumis kucing.

TEMPO.CO, Jakarta - Daun kumis kucing merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Selain di Indonesia, tanaman yang memiliki nama ilmiah Orthosiphon aristatus ini juga ada di Tiongkok, Taiwan, Thailand, dan Australia. Sebagian orang percaya daun kumis kucing mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari antihipertensi sampai batu ginjal.

Baca juga:
Sophia Latjuba Ungkap Alasan Doyan Makan Daun Kelor
Daun Kelor, Menangkal Setan sampai Diabetes dan Kolesterol

Di balik manfaat itu, ternyata ada pula efek samping dari penggunaan daun kumis kucing sebagai obat herbal. Mengutip Medicalhealthguide, berikut ini manfaat dan efek sampaing pemakaian daun kumis kucing:

1. Mengobati batu ginjal
Sebuah uji klinis menunjukan 40 persen pasien batu ginjal yang rajin mengkonsumsi air rebusan daun kumis kucing menunjukkan peningkatan kesehatan dalam 6 bulan. Dalam studi yang sama, sebanyak 20 persen pasien keluhan atas ketidaknyamanan penyakit batu ginjal berkurang.

2. Efek antioksidan
Sebuah uji klinis yang dilakukan pada tikus menunjukkan air rebusan daun kumis kucing mengandung zat antioksidan yang mampu menghambat peroksidasi lipid dan dapat menurunkan radikal bebas yang ada di dalam hati tikus.

3. Antihipertensi
Penelitian yang dilakukan oleh salah satu universitas di Jepang menunjukkan kumis kucing mengandung zat yang dapat menurunkan hipertensi seseorang.

Tetapi di balik banyaknya manfaat daun kucing untuk kesehatan, daun ini memiliki beberapa efek samping yang berbahaya bagi beberapa orang. Berikut bahaya dan efek samping dari daun kumis kucing.

1. Ibu hamil dan menyusui
Jangan gunakan air rebusan daun kumis kucing dan balsam yang berbahan dasar daun kucing dalam dosis yang tinggi kepada ibu hamil dan menyusui.

2. Alergi
Kandungan yang terdapat di dalam daun kucing memang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tetapi jika ada seseorang yang menunjukkan gejala alergi setelah mengkonsumsi olahan dari daun kucing, sebaiknya berhenti mengkonsumsinya dan memeriksakan diri ke dokter.

NAWIR ARSYAD AKBAR






5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

17 jam lalu

5 Tanda dan Efek Samping Kelebihan Vitamin D

Mengonsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dari waktu ke waktu dapat mencapai tingkat racun atau berbahaya dalam tubuh.


Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

1 hari lalu

Inilah Bahaya Paparan BPA bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan BPA dapat berdampak pada kesehatan manusia dengan berbagai cara.


Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

2 hari lalu

Inilah Kandungan Nutrisi Daun Kelor sehingga Dijuluki Superfood

Daun kelor mengandung banyak manfaat bagi kesehatan sehingga menjadi salah satu bahan pangan dengan julukan superfood.


6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

3 hari lalu

6 Manfaat Teh Putih, Mencegah Peradangan hingga Kesehatan Gigi

Teh putih diproduksi dengan memetik kuncup dan daun sebelum mekar


Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

3 hari lalu

Tempat Kerja Toxic Memang Seram, tapi Bisa Diatasi

Salah satu cara ampuh untuk mengatasi lingkungan kerja toxic adalah memulihkan diri sendiri.


Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

4 hari lalu

Tak Hanya Memicu Bahagia, Berikut Khasiat Cinta bagi Tubuh

Cinta merupakan salah satu hal yang disukai banyak orang. Tak banyak diketahui, cinta ternyata memiliki dampak positif bagi tubuh.


Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

4 hari lalu

Seberapa Banyak Gula yang Boleh Dikonsumsi dalam Sehari?

Mengonsumsi gula berlebih tidak baik untuk kesehatan. Berikut jumlah ideal gula yang bisa dikonsumsi dalam sehari.


3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

6 hari lalu

3 Manfaat Antioksidan bagi Kesehatan

Antioksidan adalah senyawa yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

7 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

7 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.