6 Hal yang Perlu Diketahui tentang MPASI Pertama Bayi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi makan/menyuapi bayi. Shutterstock

    Ilustrasi bayi makan/menyuapi bayi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli menyarankan bayi diberi makanan pendamping air susu ibu atau MPASI pada usia enam bulan. Di usia ini, system pencernaan bayi sudah siap menerima makanan padat. Alasan lainnya, bayi yang diberi ASI eksklusif selama enam bulan sebelum dikenalkan makanan, memiliki risiko lebih rendah untuk menderita alergi, diabetes, dan obesitas.

    Karena baru, banyak ibu yang kebingungan tentang MPASI pertama. Sebab, MPASI tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diketahui, seperti tekstur makanan dan porsinya.

    Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui tentang MPASI pertama bayi. 

    1. Tekstur makanan

    Untuk makan pertama kali, bayi sebaiknya diberi satu jenis makanan saja. Makanan ini harus berbentuk pure yang teksturnya agak cair.

    Setelah beberapa minggu dan si kecil mulai terbiasa makan, tekstur pure bisa dibuat lebih kental. Terus tingkatkan kepadatan makanan seiring peningkatan ketrampilan makan bayi.

    2. Gula dan garam

    Buah alpukat, ubi, labu, kentang, buah pir, buah apel, bahkan daging ayam yang dijadikan pure bisa jadi pilihan. Namun ingatlah, pure bayi sebaiknya dibuat tanpa tambahan garam dan gula. 

    3. Jenis makanan rendah risiko alergi

    Anda juga sebaiknya memilih bahan-bahan makanan bayi 6 bulan yang berisiko rendah menyebabkan alergi. Berikan satu jenis makanan dulu untuk beberapa kali dan perhatikan juga reaksi bayi.

    Jika bayi bisa menerima jenis makanan tersebut dan tak mengalami reaksi alergi, berarti aman. Anda bisa mulai mengenalkan jenis makanan lainnya satu per satu. 

    4. Porsi makanan

    Pada awal-awal pemberian makanan padat, coba berikan pure sebanyak satu atau dua sendok makan bayi. Makanan bisa diberikan sesudah bayi menyusu. Pasalnya, makanan bayi 6 bulan yang utama masih susu, baik ASI maupun susu formula. 

    5. Frekuensi makan

    Jadwalkan pemberian makan sebanyak satu kali sehari dulu. Tidak apa jika si bayi belum bisa makan banyak. Si Kecil butuh waktu untuk terbiasa dengan tekstur makanan padat di mulutnya serta belajar menelannya terlebih dulu.

    Seiring waktu, bayi Anda akan bisa makan lebih banyak dengan jadwal makan dua kali sehari. Di usia 8 sampai 9 bulan, biasanya bayi sudah mampu makan tiga kali sehari. 

    6. Tanda bayi sudah kenyang

    Selera makan tiap bayi berbeda-beda dan bisa berubah-ubah. Jadi, tak perlu terlalu ketat dalam mengikuti takaran berapa kalori atau berapa sendok makanan bayi 6 bulan yang harus diberikan pada Si Kecil.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.