Minggu, 22 September 2019

Alasan Anda Harus Keramas Setelah Renang, Jangan Lupa Kondisioner

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keramas. aolcdn.com

    Ilustrasi keramas. aolcdn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berenang, Anda disarankan segera mencuci rambut atau keramas untuk menjaga kesehatannya. Sebab, air kolam renang mengandung klorin dan bahan kimia lainnya. Sekalipun Anda memakai topi renang, tidak menjamin sepenuhnya rambut Anda terlindungi.

    Para ahli merekomendasikan mencuci rambut adalah hal terbaik yang harus dilakukan setelah berenang seperti dilansir dari laman Times of India. Jika tidak segera mencuci rambut, bahan kimia dari kolam akan mengendap di rambut Anda dan membuat masalah baru di rambut. Bila Anda tidak ingin menggunakan sampo setiap saat, disarankan untuk membilas rambut dengan menggunakan air. Kalau tidak dilakukan, klorin dan zat lain yang menempel akan membuat rambut Anda mengering.

    Namun, keramas setiap hari juga bukan hal terbaik untuk dilakukan karena bisa mengurangi kelembapan rambut Anda. Jadi pilihlah sampo yang mampu menghilangkan klorin dari rambut Anda dan membersihkan kulit kepala serta rambut Anda.

    Bagi yang menjalani olahraga renang setiap hari, perawatan rambutnya lebih ekstra. Pilihlah produk perawatan rambut yang melembapkan dan melindungi dari kerusakan di bawah sinar matahari, bagi yang gemar berenang di kolam renang luar ruangan.

    Ganti kondisioner biasa Anda dengan masker rambut dengan kandungan kelembapan tinggi. Saat pemakaian masker, diamkan sebentar sebelum Anda membilas rambut. Selain itu, biarkan rambut mengering secara alami.

    Jangan sampai rambut yang sudah bersih terkena panas lebih banyak dengan menggunakan pengering. Semprotan kondisioner juga bisa membantu melembapkan rambut. Mulailah pertimbangkan pemakaian krim rambut sebelum berenang agar rambut lebih terlindungi sejak awal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.