5 Hal Paling Menakutkan Saat Hamil, Keguguran hingga Bayi Cacat

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah kebahagiaan yang dirasakan, muncul banyak kekhawatiran pada ibu hamil. Apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama dan banyak mengalami gangguan. Ada ibu hamil yang ketakutan janin tidak mendapat nutrisi yang cukup hingga lahir cacat, ada juga yang ketakutan pada proses persalinan.

    Di antara banyak ketakutan, berikut lima yang paling sering dirasakan ibu hamil.

    1. Bayi lahir cacat

    Menurut situs Parents.com, sebanyak 78 persen ibu hamil takut melahirkan anak cacat. Selama masa kehamilan, ada beberapa tes prenatal yang dilalui. Dan setiap tes biasanya membuat Anda gugup karena takut ada hal tidak normal yang menandakan bayi mengalami kelainan.

    Risiko bayi Anda mengalami cacat lahir hanya 4 persen, sangat kecil. Bahkan jika skrining kembali tidak normal, bukan berarti bahwa bayi tersebut memiliki beberapa cacat. Terkadang, tes tindak lanjut mengkonfirmasi bahwa semuanya baik-baik saja. Cara terbaik untuk melindungi bayi Anda adalah dengan mengonsumsi multivitamin dan asam folat dan vitamin prenatal lainnya.

    2. Keguguran

    Keguguran merupakan ketakutan paling umum bagi sebagian besar wanita hamil. Risiko keguguran jauh lebih kecil dari yang Anda pikirkan. Untuk wanita kurang dari 35 tahun, hanya sekitar 10-12 persen, 35-39 tahun 18 persen, dan meningkat lagi ketika usia saat hamil lebih tua. 

    Keguguran biasanya terjadi di minggu-minggu pertama ketika kehamilan belum disadari. Tapi, ketika detak jantung sudah terdeteksi di usia 6-8 minggu, risiko keguguran turun menjadi 5 persen.

    Keguguran umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom, bukan aktivitas yang Anda lakukan. Anda bisa menurunkan risiko keguguran dengan tidakm erokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan mengurangi kafein.

    3. Morning sickness membuat bayi kekurangan nutrisi

    Janin dapat menyerap nutrisi dari makanan Anda dengan sangat baik. Jadi, morning sickness atau mual dan muntah saat hamil tidak menyebabkan janin kekurangan nutrisi. Kecuali morning sicknes cukup parah dan berlangsung terus-terusan hingga Anda mengalami dehidrasi. Tetaplah mengonsumsi vitamin kehamilan dan makanlah dalam porsi kecil dan sering.

    4. Stres akan berpengaruh pada bayi

    Stres memang akan berdampak pada bayi, antara lain berat badan rendah dan kelahiran prematur. Tapi kondisi itu terjadi ketika stres berlangsung berlebihan dan terus-menerus. Sebagian besar penelitian mengungkapkan bahwa umumnya stres berdampak minimal pada tubuh Anda. Jadi, daripada stres karena memikirkan memikirkan stres, alihkan pikiran Anda untuk merencanakan kehidupan baru bersama si kecil.

    5. Persalinan akan sangat menyakitkan

    Jika ini juga membuat khawatir, Anda perlu relaksasi. Persalinan telah berlangsung sejak manusia tercipta, jadi tidak perlu khawatir. Lagi pula, saat ini banyak hal yang bisa membantu Anda mengurangi rasa sakit. Jadi selama hamil, Anda bisa menghadiri kelas persalinan dan banyak membaca tentang manajemen nyeri.

    TIMES OF INDIA | PARENTS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.