Memahami 3 Jenis Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat kehamilan seringkali berhubungan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan, hipertensi dalam kehamilan juga bisa membahayakan ibu hamil dan janinnya.

Komplikasi pada kehamilan yang berkaitan dengan hipertensi terdiri dari 3 jenis, yaitu hipertensi gestasional, preeklamsia, dan eklamsia. Meski dianggap sama karena berhubungan dengan tekanan darah yang tinggi, namun sebenarnya ketiga jenis hipertensi itu memiliki perbedaan.

Berikut ini perbedaan hipertensi gestasional, preeklampsia, dan eklampsia pada kehamilan.

1. Hipertensi gestasional
Hipertensi gestasional adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut dengan preeklampsia. Hipertensi gestasional dapat memengaruhi 6-8 persen wanita hamil. Kondisi ini biasanya terjadi setelah minggu ke 20 dalam kehamilan dan hilang setelah melahirkan. Sekitar 6 minggu pasca melahirkan, kondisi ini akan kembali normal. Namun, jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, yaitu 140/90 mmHg sebelum hamil atau pada awal kehamilan, maka Anda bisa terus mengalaminya meski telah melahirkan.

Beberapa faktor risiko dari hipertensi gestasional yang mungkin terjadi pada Anda, yaitu kehamilan pertama, kehamilan kembar, kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil, berusia 40 tahun keatas ketika hamil, dan memiliki riwayat hipertensi atau preeklampsia pada kehamilan sebelumnya.

Hipertensi gestasional dapat menyebabkan plasenta tidak mendapat cukup darah sehingga bayi kekurangan oksigen. Dalam mengatasi hipertensi gestasional, terdapat obat penurun tekanan darah yang bisa digunakan. Sebaiknya, Anda selalu memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mengawasi tekanan darah Anda selama kehamilan.

2. Preeklapsia
Pada kasus yang parah, hipertensi gestasional dapat menyebabkan preeklamsia. Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Selain itu, kondisi ini juga menyebabkan tingkat protein yang tinggi dalam urin. Preeklamsia biasanya muncul di akhir kehamilan, namun dapat pula terjadi lebih awal ataupun berkembang setelah melahirkan.

Penyebab pasti dari preeklampsia tidaklah diketahui, namun terdapat berbagai anggapan mengenai penyebabnya, seperti plasenta yang tidak berfungsi dengan baik, nutrisi yang buruk, lemak tubuh yang tinggi, ataupun genetik.

Sedangkan, faktor risiko untuk preeklamsia meliputi kehamilan pertama, hamil pada usia remaja atau di atas 40 tahun, memiliki riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya, memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah mengalami preeklampsia, dan memiliki riwayat diabetes, ginjal, lupus, atau rheumatoid arthritis.

Sementara itu, tanda-tanda dari preeklamsia adalah berat badan bertambah dengan cepat, sakit perut, sakit kepala hebat, urine berkurang atau tidak keluar, penglihatan kabur, pusing, serta mual dan muntah. Preeklampsia tentu berbahaya karena dapat mencegah plasenta menerima banyak darah sehingga janin kekurangan oksigen dan nutrisi. Selain itu, ibu juga bisa mengalami eklampsia dan berbagai masalah lainnya.

Satu-satunya cara dalam mengobati preeklamsia adalah dengan melakukan persalinan lebih awal demi keselamatan Anda dan bayi. Dokter akan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melahirkan bayi Anda, kondisi bayi Anda dalam kandungan, dan seberapa parah preeklamsia yang Anda alami.

3. Eklampsia
Meski jarang, preeklampsia dapat berkembang menjadi eklampsia jika sudah memengaruhi otak Anda. Eklampsia adalah komplikasi parah dari preeklampsia. Hal ini bukan hanya ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, namun juga kejang, koma, atau bahkan kematian pada ibu hamil.

Meski tidak memiliki riwayat kejang, namun Anda dapat mengalaminya jika terkena eklampsia. Gejala-gejala dari eklampsia, yaitu kejang, hilang kesadaran, dan gelisah berat. Eklampsia dapat disertai dengan gejala preeklampsia ataupun tidak. Oleh sebab itu, Anda perlu waspada dan sering melakukan pemeriksaan kehamilan.

Jika Anda pernah atau sedang mengalami preeklampsia, maka Anda berisiko mengalami eklampsia. Sama halnya dengan preeklampsia, eklampsia juga dapat memengaruhi plasenta sehingga menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah, prematur, ataupun lahir mati.

Bukan hanya itu, ibu juga dapat mengalami berbagai komplikasi, seperti stroke, henti jantung, penyakit hati, bahkan kematian. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penanganan untuk eklampsia dan preeklampsia adalah dengan persalinan. Sementara itu, Anda juga mungkin memerlukan obat untuk mencegah kejang, yaitu obat antikonvulsan dan obat penurun tekanan darah.

SEHATQ






Hilary Swank Hamil Anak Kembar Bahagia Sekaligus Antusias Menjadi Ibu

1 hari lalu

Hilary Swank Hamil Anak Kembar Bahagia Sekaligus Antusias Menjadi Ibu

Hilary Swank mengungkapkan berita kehamilan kembarnya pada hari Rabu


Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Sudah 4 Kali Stroke, Apa Saja Penyebab dan Gejala Stroke?

9 hari lalu

Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Sudah 4 Kali Stroke, Apa Saja Penyebab dan Gejala Stroke?

Kuasa hukum tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut kliennya sudah 4 kali kena stroke. Apa saja gejala stroke?


Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

10 hari lalu

Masalah yang Sering Muncul saat Memilih Alat Kontrasepsi

Ginekolog mengibaratkan memilih alat kontrasepsi, khususnya bagi wanita, seperti memilih suami. Artinya tergantung pada kecocokan.


Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

14 hari lalu

Makan Wortel Selama Kehamilan Membuat Bayi Bahagia Menurut Studi

Para peneliti sekarang telah memulai studi lanjutan dengan bayi yang sama setelah melahirkan


Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Menderita Hernia, Ini Penyebab dan Gejalanya

14 hari lalu

Anak Lesti Kejora dan Rizky Billar Menderita Hernia, Ini Penyebab dan Gejalanya

Anak Rizky Billar dan Lesti Kejora, Muhammad Leslar Al-Fatih Billar dikabarkan mengidap hernia dan dilarikan ke rumah sakit. Apa penyeban hernia?


Manfaat Konsumsi Udang untuk Ibu Hamil dan Cegah Rambut Rontok

16 hari lalu

Manfaat Konsumsi Udang untuk Ibu Hamil dan Cegah Rambut Rontok

Udang adalah salah satu seafood yang simpan banyak manfaat, antara lain baik untuk ibu hamil, mengontrol berat badan hingga mencegah rambut rontok.


7 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

16 hari lalu

7 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Tekanan Darah Tinggi

Berikut adalah beberapa makanan dan minuman yang dilarang untuk orang yang mengalami tekanan darah tinggi.


3 Mitos Perawatan Kulit yang Aman di Masa Kehamilan

16 hari lalu

3 Mitos Perawatan Kulit yang Aman di Masa Kehamilan

Dokter kulit menjelaskan ada banyak kesalahpahaman tentang perawatan kulit aman untuk kehamilan


Alasan Mengapa Ratu Elizabeth II Tak Pernah Difoto saat Hamil

17 hari lalu

Alasan Mengapa Ratu Elizabeth II Tak Pernah Difoto saat Hamil

Selama masa akhir kehamilan, Ratu Elizabeth II menjauhkan diri dari kehidupan publik.


Kesal Rumahnya Disatroni Paparazi, Blake Lively Balas dengan Unggah Foto-foto Kehamilannya

19 hari lalu

Kesal Rumahnya Disatroni Paparazi, Blake Lively Balas dengan Unggah Foto-foto Kehamilannya

Blake Lively terang-terangan membalas kelakuan para paparazi yang sudah melanggar privasi dia itu dengan mengunggah foto-foto berharga itu.