Alasan Anak di Bawah Umur Tidak Boleh Suntik Filler

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    Ilustrasi filler/botox. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperbaiki tampilan wajah dengan suntik filler sedang digandrungi banyak orang, terutama wanita. Ada yang ingin bagian wajahnya terlihat lebih menarik, ada pula yang ingin mengatasi penuaan.

    Tapi, prosedur filler sebaiknya tidak dilakukan pada anak berusia di bawah 17 tahun. Begitu menurut spesialis kulit dan kelamin dr. Dikky Prawiratama, SpKK.

    "Saat usia 17 tahun cenderung sudah bisa memutuskan sendiri soal tubuhnya. Anak usia 12 tahun, misalnya, belum boleh karena wajah dan tubuh masih berkembang. Struktur wajah belum stabil," katanya.

    Dikky mengatakan, filler bertujuan untuk menambah volume pada daerah yang diinjeksi dengan cairan asam hialuronat. Misalnya mengisi bibir agar lebih bervolume, mengisi daerah yang cekung pada wajah, menyamarkan kerutan pada bawah mata, dan menyamarkan kantong mata.

    Asam hiauluronat berperan menjaga hidrasi kulit karena berfungsi menahan kandungan air dalam kulit. Selain untuk kulit, asam yang juga terdapat pada jaringan sendi ini bisa membantu menghidrasi sendi.

    "Bagian tubuh yang difiller bisa dari kepala sampai kaki. Enggak hanya muka, dada bisa, bokong bisa, isi tulang sendi," katanya.

    Prosedur filler semi permanen yang mengandung asam hialuronat ini bisa bertahan 6 hingga 18 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.