Deteksi Kanker Paru, Begini Prosedur Pemeriksaannya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis patologi klinik dari RS St. Carolus Jakarta, Dr Bettia M. Bermawi, menjelaskan beberapa prosedur pemeriksaan kesehatan yang perlu dilalui untuk mendeteksi penyakit kanker paru seperti yang dialami mendiang Sutopo Purwo Nugroho. Ia mengatakan seseorang yang memiliki risiko terkena kanker paru karena polusi atau perokok pasif sebaiknya mulai mewaspadai gejala awal, seperti batuk yang lebih dari dua minggu.

    Dia meminta agar masyarakat tidak menganggap remeh dengan hanya membeli obat warung atau yang bisa dijual bebas.

    "Dokter tentu akan mendengar bagaimana bunyi napasnya, kalau diperlukan pemeriksaan rontgen. Selain itu, diperiksakan dahaknya untuk memastikan apakah ini karena infeksi alergi atau ada yang lebih serius, seperti kanker itu," kata Bettia.

    Artikel terkait:
    6 Penyebab Kanker Paru Selain Merokok
    Waspadai Cepatnya Perkembangan Kanker Paru, Ini Kata Dokter

    Selain dari pemeriksaan dahak, juga diperlukan pemeriksaan darah. Dari beberapa pemeriksaan darah, disertai adanya gejala penurunan berat badan dalam waktu singkat, dan bahkan sampai batuk darah perlu diwaspadai.

    "Kadang ada yang sampai batuk darah atau yang lainnya sudah banyak cairan di dalam rongga paru-paru, itu yang bisa ketahuan dari dahak dan darahnya," kata Bettia.

    Sebagai langkah pencegahan, Bettia menganjurkan agar masyarakat, walaupun merasa sehat, tetap melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu tahun sekali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.