6 Penyebab Kanker Paru Selain Merokok

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan merokok memang 90 persen menjadi penyebab kasus kanker paru. Tapi, bukan berarti orang yang tidak merokok akan jauh dari penyakit tersebut. Justru ada beberapa faktor lain yang menjadi penyebab kanker paru.

    Setidaknya, ada enam faktor yang menyebabkan berkembangnya sel kanker paru, selain kebiasaan merokok aktif. Apa saja itu?

    #Perokok pasif
    Perokok pasif atau menghirup asap tembakau dari orang lain yang berada di sekitar dapat menjadi penyebab kanker paru. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tidak merokok yang tinggal dengan perokok memiliki peningkatan risiko kanker 24 persen jika dibandingkan dengan bukan perokok lain. Bahkan, 7.300 kematian akibat kanker paru-paru terjadi setiap tahun di Amerika Serikat disebabkan oleh perokok pasif.

    Baca juga:
    Makin Nekat, Wanita Perokok Tak Takut Lagi Kena Kanker Paru
    Waspadai Cepatnya Perkembangan Kanker Paru, Ini Kata Dokter

    #Serat asbes
    Serat asbes adalah serat silikat yang dapat bertahan seumur hidup di jaringan paru-paru setelah terpapar asbes. Tempat kerja adalah sumber paparan serat asbes yang umum, karena dulu asbes banyak digunakan untuk bahan isolasi termal. Saat ini, penggunaan asbes terbatas atau dilarang di banyak Negara, termasuk Amerika Serikat. Paparan asbes jangka panjang terkait dengan peningkatan risiko kanker paru-paru. Penambang, pekerja pabrik, atau orang yang mungkin menghirup serat asbes memiliki risiko lebih besar terkena kanker paru-paru.

    #Gas radon
    Gas radon adalah gas inert alami yang secara kimia merupakan produk peluruhan alami uranium. Gas itu meluruh untuk membentuk produk yang memancarkan jenis radiasi ion. Gas radon diketahui sebagai penyebab kanker paru-paru dengan perkiraan 12 persen kematian akibat kanker paru-paru disebabkan oleh gas radon, atau 15.000 hingga 22.000 kematian terkait kanker paru-paru setiap tahun di AS.

    Gas radon dapat melakukan perjalanan melalui tanah dan memasuki rumah melalui celah di fondasi, pipa, saluran air, atau lubang lainnya. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat memperkirakan bahwa satu dari setiap 15 rumah di AS mengandung tingkat gas radon yang berbahaya. Gas radon tidak terlihat dan tidak berbau, tetapi dapat dideteksi dengan alat tes sederhana.

    #Keturunan
    Faktor genetik juga dapat berperan dalam peluang seseorang terkena kanker paru-paru. Riwayat keluarga dengan kanker paru-paru mungkin menimbulkan risiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Jika orang lain di keluarga pernah menderita kanker paru-paru, penting untuk mengungkapkan hal ini ke dokter.

    #Menghirup bahan kimia
    Menghirup bahan kimia atau mineral, seperti asbes, arsenik, kromium, nikel, jelaga, atau tar dari waktu ke waktu dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada seseorang. Pekerja di industri manufaktur atau pertambangan tertentu mungkin memiliki paparan yang lebih tinggi terhadap bahan kimia ini.

    #Polusi partikel
    Polusi partikel mengacu pada campuran partikel padat dan cair yang sangat kecil di udara yang kita hirup. Bukti menunjukkan bahwa polusi partikel seperti yang berasal dari asap knalpot dan polusi udara dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.