Tips Menjaga Asupan Makanan saat Puasa Ramadan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Buka Puasa. Jefri Tarigan/Getty Images

    Ilustrasi Buka Puasa. Jefri Tarigan/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Jelang Ramadan umat muslim di seluruh dunia bersiap untuk menjalani ibadah puasaTentu saja, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan saat puasa. Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya menjelaskan kiat makan sehat saat puasa.

    Baca juga: 4 Makanan Penangkal Sakit Saat Puasa Ramadan

    Puasa Ramadhan dilakukan kurang lebih 14 jam sehari selama 30 hari. Hal ini akan mengubah jadwal dan pola makan seseorang. Namun, perlu diingat kalau jumlah energi atau kalori selama bulan puasa Ramadan seharusnya tidak berbeda dengan asupan energi di hari biasa. “Namun, seringkali perubahan diet selama Ramadhan adalah meningkatnya asupan energi karena kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi setelah berbuka puasa,” bunyi keterangan dalam unggahan Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta di Instagram.

    Selama bulan Ramadan, kita harus memperhatikan pengaturan asupan makanan saat buka puasa. Saat buka puasa, kita perlu konsumsi sekitar 50 persen dari kebutuhan energi sehari-hari. Sekitar 10 persen dari makanan tersebut adalah makanan ringan dan 40 persen adalah makanan utama, yang seringkali dimakan setelah salat maghrib. Setelah salat tarawih boleh mengkonsumsi makanan ringan lagi. Lalu, saat sahur konsumsi 40 persen dari kebutuhan energi sehari-hari.

    Unggahan Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta. Instagram/@pdgki.jaya

    Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah untuk tidak melewatkan waktu makan, saat sahur dan buka puasa. Saat sahur, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, oatmeal, sereal berserat tinggi, nasi merah. Konsumsi makanan tersebut sedekat mungkin dengan subuh. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah, sayuran, dan sumber protein. “Saat berbuka puasa, hindari makanan yang terlalu manis. Berbuka dengan sedikit makanan karbohidrat sederhana yang dapat diserap cepat seperti kurma atau buah potong atau agar-agar,” bunyi keterangan selanjutnya.

    Makan malam juga sebaiknya dilakukan setelah sholat maghrib, dan sebelum tarawih. Makan malam sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak yang baik, sayuran dan buah. Jangan lupa untuk minum air atau minuman bebas gula yang cukup. Sebaiknya minum sebanyak 1,5 - 2 liter atau 8 gelas di antara waktu berbuka dan sahur untuk menghindari dehidrasi. Bisa minum satu gelas saat sahur, satu gelas setelah makan sahur, satu gelas setelah adzan maghrib, lalu setelah salat maghrib. Setelahnya, minum satu gelas saat makan berat, satu gelas sebelum salat isya, satu gelas setelah salat tarawih dan terakhir satu gelas sebelum tidur. Jangan lupa untuk menjaga kebugaran, Anda juga bisa melakukan aktivitas fisik minimal 30-45 menit setelah berbuka puasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.