Awas, Terlalu Lama Duduk Berisiko Kematian Dini

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja duduk di sofa. shutterstock.com

    Ilustrasi remaja duduk di sofa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin tua seseorang biasanya semakin malas bergerak dan lebih memilih aktivitas santai seperti duduk dan berbaring. Namun, ada bahaya kesehatan yang mengintai jika terlalu lama duduk dan malas bergerak alias mager.

    Terlalu lama duduk dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan hingga risiko kematian muda yang lebih tinggi. Namun, studi terbaru terhadap 8 ribu orang usia 45 tahun ke atas yang dimuat dalam Jurnal Epidemiologi Amerika mengungkap fakta bahwa jika seseorang mengganti setengah jam saja kegiatan duduk atau berbaring dengan kegiatan fisik sekecil apa pun intensitas dan frekuensinya, maka risiko kematian dini akan berkurang sebanyak 35 persen.

    Artikel lain:
    Posisi Duduk Bisa Pengaruhi Mood
    Duduk Lama, Hati-hati Bokong dan Postur Tubuh Berubah
    2 Hal yang Terjadi pada Tulang Saat Duduk Menonton Televisi

    “Penemuan kami menggarisbawahi pesan kesehatan yang penting bahwa kegiatan fisik sekecil apa pun sangat bermanfaat bagi kesehatan,” kata Keith Diaz, Ph.D., asisten profesor kedokteran Universitas Columbia di Amerika Serikat yang tergabung dalam tim penelitian ini.

    ADVERTISEMENT

    Itu sebabnya Diaz mengimbau agar tidak malas bergerak dan rutin melakukan kegiatan fisik demi kesehatan yang lebih baik dan harapan hidup yang lebih panjang.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.