4 Bahan untuk Mengurangi Aliran Darah yang Banyak saat Menstruasi

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 24_ksesehatan_ilustrasinyerihaid

    24_ksesehatan_ilustrasinyerihaid

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap bulan perempuan akan mengalami menstruasi. Selain nyeri, beberapa perempuan merasakan aliran darah yang sangat banyak selama mentruasi. Tentu rasanya tak nyaman dan mengganggu aktvitas sehari-hari. 

    Baca juga: Jenis Makanan yang Dapat Memperlancar Aliran Darah saat Haid

    Supaya dapat mengurangi aliran darah menstruasi, ada sejumlah bahan yang bisa dicoba. Namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dulu. Berikut bahan-bahan yang dapat mengurangi aliran darah saat menstruasi seperti dikutip dari laman Indian Express. 

    #1. Teh kayu manis
    Jika Anda menghadapi pendarahan hebat selama menstruasi, buatlah secangkir teh kayu manis hangat dan teguk perlahan. Bahan ini diketahui bisa mengurangi perdarahan dan peradangan.

    #2. Es batu
    Letakkan kompres es di perut bagian bawah Anda selama 20 menit, beberapa kali sehari ketika aliran darah menstruasi sangat banyak. Es akan membantu dalam mengatur aliran darah.

    Ilustrasi makan es batu. Dentalplans.com

    #3. Suplemen zat besi
    Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa kadar zat besi yang rendah dapat
    meningkatkan aliran darah saat menstruasi. Lengkapi diet dengan zat besi dapat mengurangi aliran darah.

    #4. Peterseli
    Aliran darah dan menstruasi yang berat menyebabkan dua masalah utama - peradangan dan defisiensi besi karena kehilangan darah. Peterseli adalah bahan makanan yang bisa mengatasi keduanya. Bahan ini kaya vitamin C, menyerap zat besi yang hilang karena pendarahan dan antioksidan untuk mengurangi peradangan. Anda bisa mengunyah daun peterseli atau membuat segelas jus peterseli saat aliran darah menstruasi sangat dan berkepanjangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.