Toko Daring Kian Banyak, Belanja Langsung Tetap Digemari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    Ilustrasi belanja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Belanja online memang sudah semakin populer dan digemari. Namun, untuk membeli produk kecantikan ternyata masih banyak wanita Indonesia yang lebih memilih untuk langsung di toko resmi.

    Mencari produk kecantikan memang lebih mudah di zaman modern dengan berbagai pilihan yang ada. Walaupun semakin banyak merek yang menjual produknya di toko online, hasil survei ZAP Beauty Index terhadap 17.889 wanita Indonesia menunjukkan kalau sekitar 52,9 persen wanita Indonesia memilih untuk membeli produk di gerai resmi.

    Artikel lain:
    Awas, Sering Belanja Online Mengancam Kesehatan Mental
    7 Tanda Seorang Penggila Belanja  

    “Walaupun hidup di era teknologi yang sudah maju dengan tingkat konektivitas tinggi, 54,8 persen milenial memilih untuk berbelanja produk kecantikan di gerai resmi,” tulis laporan ZAP Beauty Index.

    Ternyata, popularitas toko online untuk wanita Indonesia masih 27,5 persen. Namun, data juga menunjukkan kalau 20,4 persen juga memilih untuk membeli produk kecantikan dari media sosial.

    Sekarang memang masih banyak wanita Indonesia yang memilih untuk membeli produk kecantikan di gerai resmi, namun situs belanja online sudah semakin berkembang. Bukan hanya untuk produk kecantikan, ternyata perilaku belanja orang Indonesia juga masih banyak yang memilih langsung ke toko alias offline.

    Baca juga:
    Kartu Kredit Khusus yang Memudahkan Ibu Belanja
    Perempuan Lebih Gampang Tergoda Belanja Tak Perlu, Ini Kata Pakar

    Sama halnya dengan belanja untuk busana, desainer Jenahara Nasution menjelaskan alasan masih banyak orang yang memilih untuk belanja di gerai walaupun situs online sudah berkembang.

    “Kita masih ingin belanja barang yang bisa disentuh dan dirasakan, pengalaman belanja itu yang masih banyak dicari,” tutur Jenahara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.