Awas, Sering Belanja Online Mengancam Kesehatan Mental

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbelanja online adalah aktivitas yang menyenangkan bagi banyak orang. Bagi beberapa orang, berbelanja online justru bisa jadi alternatif untuk melepas stres.

    Meski lebih praktis dan mudah, terlalu sering berbelanja online ternyata bisa membahayakan kesehatan. Seperti dilansir dari PsychologyToday, sebuah penelitian dari PloS One menyebut bahwa belanja online bisa berdampak buruk bagi otak. Belanja online disebut dapat mengurangi fokus dan berpengaruh pada reaksi seseorang.

    Baca juga:
    7 Tanda Seorang Penggila Belanja
    Perempuan, Punya Hari dan Jam Khusus untuk Belanja

    Para peneliti mengungkapkan bahwa mereka yang terlalu sering berbelanja online memiliki reaksi yang lebih lambat dan konsentrasi yang tidak begitu baik. Peneliti juga mencoba meneliti aktivitas otak mereka yang sering berbelanja online dengan electroencephalogram (EEG) dan event-related potential (ERPs).

    Ilustrasi belanja online. Pexels.com

    Lewat penelitian tersebut, ilmuwan itu menyimpulkan bahwa mereka yang sering berbelanja online memiliki sinyal otak yang berhubungan dengan kurangnya fokus. Hal itu berbanding terbalik dengan mereka yang lebih sering istirahat atau membaca buku.

    Artikel lain:
    Orang Indonesia Senang Belanja Online di Hari Rabu
    5 Cara Sukses Belanja Pakaian Online

    Sementara itu, penelitian ini semakin menguatkan studi-studi sebelumnya terkait dampak buruk internet terhadap kesehatan otak. Banyaknya informasi yang didapatkan di Internet disebut dapat membuat kita sulit mengingat dan memproses semua informasi dengan mudah.

    Untuk mengatasinya, Anda bisa mengistirahatkan diri sejenak dari dunia maya. Lalu, biasakan membaca buku atau majalah untuk mendapatkan informasi. Selain itu, kamu juga bisa melakukan meditasi untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.