Nikmatnya Rujak Cingur Buatan Sendiri, Ayo Coba Resepnya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rujak cingur. Shutterstock

    Ilustrasi rujak cingur. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Rujak bukan hanya berisi buah. Rujak cingur. makanan tradisional khas Surabaya, terdiri dari buah, sayur, dan cingur. Ciri khas dari rujak ini yaitu irisan cingur serta bumbu petis.

    Cingur merupakan irisan hidung sapi yang kenyal dan lunak. Sedangkan petis berupa pasta hitam yang terbuat dari udang. Petis digunakan sebagai penambah cita rasa.

    Walau bumbu petis yang digunakan berwarna hitam pekat, rasa rujak ini gurih dan nikmat dengan aroma khas petis. Biar tidak penasaran tapi susah mencarinya, yuk buat sendiri rujak cingur dengan resep berikut.

    Resep lain:
    Resep Spageti dengan Bakso Berbahan Tahu, Unik dan Lezat
    Tahu Katsu, Satu Lagi Resep Berbahan Tahu yang Istimewa
    Lezatnya Perpaduan Tahu Telur dan Sosis, Yuk Coba Resepnya

    Bahan:
    300 gram cingur (tulang rawan hidung sapi) atau kikil 50 gram
    Tauge 100 gr
    Kacang panjang, potong-potong
    1 ikat daun kangkung
    100 gram tempe, goreng
    100 gr tahu, goreng
    200 gr petis udang
    10 buah cabai rawit (sesuai selera)
    2 sendok makan kacang tanah goreng
    2 sdm kecap manis
    1 buah pisang batu, parut kasar
    1 sendok teh asam
    75 mililiter air matang

    Cara membuat:
    -Rebus cingur atau kikil, lalu potong dadu.
    -Rebus tauge, kacang panjang, dan kangkung.
    -Potong-potong tempe dan tahu goreng. Sisihkan.
    -Haluskan petis, cabai rawit, kecap manis,dan kacang tanah.
    -Masukkan parutan pisang batu, asam, dan air matang, haluskan kembali.
    -Campur bumbu rujak petis dengan cingur, sayuran, tempe, dan tahu, aduk rata.
    -Taburi dengan bawang goreng dan krupuk.
    -Hidangkan rujak cingur dengan nasi atau lontong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.