Meski Hamil Tasya Kamila Tak Masalah Ditinggal Suami ke Luar Kota

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Kamila dan pasangannya Randi Bachtiar saat berbulan madu di Santorini, Yunani. Latar belakang tampak atap biru khas bangunan setempat. (Instagram @tasyakamilla)

    Tasya Kamila dan pasangannya Randi Bachtiar saat berbulan madu di Santorini, Yunani. Latar belakang tampak atap biru khas bangunan setempat. (Instagram @tasyakamilla)

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Tasya Kamila tengah hamil empat bulan dari pernikahannya dengan Randi Bachtiar yang digelar 5 Agustus 2018. Calon buah hati pertama Tasya sudah sangat dinanti oleh keluarga besarnya.

    Sejauh ini mantan penyanyi cilik itu tetap menjalani hubungan jarak jauh alias LDR dengan suaminya. Pekerjaan Randi Bachtiar mengharuskannya berada di luar kota.

    Baca juga:
    Perubahan yang Dilakukan Tasya Kamila Setelah Hamil
    Tasya Kamila: Memang Kenapa Jadi IRT yang Berpendidikan?

    “Suamiku masih kerja di luar kota. Sebentar lagi offshore di tengah laut,” ucap Tasya.

    Tasya bersyukur sampai sejauh ini kehamilannya tidak bermasalah. Dia pun tidak terlalu masalah ditinggal Randi Bachtiar bekerja di luar kota.

    Tasya Kamila. instagram.com

    “Alhamdulillah aku juga dapat kehamilan yang slow, enggak rewel sama sekali. Kehamilan aku santai-santai aja. Aku bisa video call sama telepon kalau lagi kangen,” tutur Tasya.

    Artikel lain:
    Prihatin soal Kesehatan Reproduksi Remaja, Ini Saran Tasya Kamila

    Biasanya, Randi pulang untuk sekadar melepas kangen kepada istri seminggu sekali.

    “Setiap minggu juga suami pulang, jadi masih bisa ketemu. Yang penting keduanya nyaman dan senang-senang saja. Malah makin senang ketika jarang ketemu akhirnya bisa ketemu lagi itu jadi gimana gitu rasanya,” tutur Tasya.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.