Dian Sastrowardoyo Punya Tips Supaya Tak Kalap saat Harbolnas

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Sastrowardoyo saat ditemui dalam premier film <i>Aruna dan Lidahnya</i> di Jakarta, Kamis, 20 September 2018. Film ini disutradarai Edwin dengan penulis skenario Titien Watimena. TEMPO/Nurdiansah

    Dian Sastrowardoyo saat ditemui dalam premier film Aruna dan Lidahnya di Jakarta, Kamis, 20 September 2018. Film ini disutradarai Edwin dengan penulis skenario Titien Watimena. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesta belanja online terbesar, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 berlangsung pada 11-12 Desember. Momen ini paling banyak ditunggu orang untuk berbelanja karena banyak penawaran murah dan diskon tinggi yang diberikan oleh ratusan e-commerce yang ikut serta, tak terkecuali bagi Dian Sastrowardoyo.

    Baca juga: 7 Tips agar Tak Kalap Belanja saat Harbolnas 2018

    Bintang film "Aruna dan Lidahnya" itu menyatakan sudah mengincar sejumlah barang untuk dibeli pada momen Harbolnas. Bahkan, Dian Sasatrowardoyo mengungkapkan dirinya berbelanja online hampir tiap pekan. 

    Namun, agar tidak terlalu kalap dalam Harbolnas dan membuat kantong bolong, menurut Dian ada beberapa hal yang dinilainya perlu diperhatikan. "Beli barang yang ingin dibeli, barang yang kita butuh. Jangan sampai kita habiskan promo untuk kebutuhan sekunder," tutur Dian Sastrowardoyo

    Tips berikutnya sebisa mungkin buat daftar barang-barang yang diincar dari sekarang. Selain itu, jangan lupa untuk membaca keterangan barang yang ingin dibeli dengan teliti. Terakhir, jika melihat ada pilihan barang yang sama dari penjual yang berbeda, ibu dua anak ini mengaku lebih memilih membeli barang dengan harga termahal. 

    Artikel lain: 
    3 Hal yang Dipikirkan Ibu saat Belanja Online Kebutuhan Anak
    Harbolnas, Jangan Abaikan Notifikasi di Akun Media Sosialmu

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.