Tips Belanja Aman saat Harbolnas 2018

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

    Ilustrasi belanja online. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival belanja terbesar Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018 akan digelar pada tanggal 11-12 Desember mendatang. Banyak penawaran murah dan diskon tinggi yang diberikan oleh ratusan e-commerce yang ikut serta.

    Baca juga: 3 Hal yang Dipikirkan Ibu saat Belanja Online Kebutuhan Anak

    Namun, sebagai calon pembeli perlu berhati-hati ketika ingin melakukan transaksi di Harbolnas 2018. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar berbelanja aman selama Harbolnas mendatang. 

    Ketua Harbolnas 2018 Indra Yonathan memberikan tips agar aman belanja online. "Lihat rating sellernya. Kemudian ketika lihat produk banyak nggak komentarnya dan apakah komentarnya positif. Kalau komentarnya baik berarti orang banyak belanja dan aman," ucapnya, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

    Calon pembeli juga perlu waspada agar tidak menjadi korban diskon dan potongan harga yang tidak sesuai. Jika menemukan hal tersebut, calon pembeli bisa melaporkannya melalui layanan Harbolnas Experience Center di situs resmi Harbolnas 2018. "Untuk diskon yang tidak sesuai, kita di Harbolnas ini melakukan sesuatu yang namanya Harbolnas Experience Center di websitenya. Kita mengajarkan orang untuk belanja aman dan nyaman," lanjut Indra.

    Calon pembeli bisa melaporkan jika menemukan diskon yang tidak sesuai untuk kemudian nantinya akan ditindaklanjuti oleh e-commerce yang bersangkutan. "Kita sudah bekerjasama dengan pihak e-commerce, ketika ada informasi diskon yang tidak sesuai maka akan di take down oleh e-commerce itu," tutupnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.