Rabu, 12 Desember 2018

Olahraga yang Boleh dan Tidak buat yang Pernah Kena Stroke

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi laki-laki dan wanita berlari bersama. shutterstock.com

    Ilustrasi laki-laki dan wanita berlari bersama. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Risiko stroke meningkat seiring pertambahan usia. Hal itu dibenarkan spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit YPK Mandiri Jakarta, dr. Arief Wibowo, SpPD.

    Arief menjelaskan berdasarkan sejumlah jurnal kesehatan dari luar negeri, usia perempuan lebih panjang ketimbang laki-laki. Itu sebabnya, perempuan menjadi lebih berisiko terkena stroke.

    Artikel terkait:
    Stroke Juga Menyerang Anak Muda, Kenali Penyebabnya
    Waspadai 10 Penyebab Serangan Stroke  

    "Selain itu, perempuan rentan terhadap penyakit autoimun yang memicu pengentalan darah. Pengentalan darah memicu terjadinya stroke. Hal lain yang mesti dicamkan, wanita yang obesitas lebih rentan kena penyakit stroke ketimbang laki-laki yang gemuk," ujar Arief.

    Buat yang telah pulih dari penyakit stroke, gaya hidup mesti diubah. Pola makan dengan gizi seimbang dan olahraga teratur mesti diterapkan. Namun beberapa jenis olahraga tidak direkomendasikan buat mereka yang pernah kena stroke, yakni olahraga dengan intensitas tinggi, misalnya tenis, bulutangkis, futsal, bola basket, bola voli, dan angkat besi.

    Baca juga:
    Penderita Stroke Makin Banyak, Penyebabnya Kian Beragam
    Meski Stroke Jangan Hindari Garam, Ini Akibatnya

    "Sementara olahraga yang disarankan untuk mantan penderita stroke yakni jalan kaki, jalan cepat, dan lari asal tidak sampai belasan kilometer. Selain itu, bersepeda dan berenang,” kata Arief.

    “Olahraga buat mantan penderita stroke bermanfaat untuk mempercepat proses pemulihan, menurunkan berat badan, dan memperlancar sirkulasi darah. Yoga juga disarankan karena bermanfaat menghilangkan kaku pada otot dan sendi serta meningkatkan fleksibilitas tubuh," tambah Arief.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.