Kriteria Pria Idaman Kirana Larasati, Pekerja Keras dan Mandiri

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Kirana Larasati mengacungkan simbol metal saat ditemui di sela-sela Field Trip Kebangsaan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Kunjungan ini diikuti sejumlah calon anggota legislatif dari kalangan artis. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Kirana Larasati mengacungkan simbol metal saat ditemui di sela-sela Field Trip Kebangsaan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Kunjungan ini diikuti sejumlah calon anggota legislatif dari kalangan artis. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah setahun terakhir artis Kirana Larasati menjalankan peran sebagai orang tua tunggal, sejak resmi bercerai dari Tama Gandjar. Namun, Kirana memiliki kriteria untuk pendamping hidupnya kelak.

    "Kalau kriteria pasti punya. Harus pekerja keras, mandiri, harus yang perhatian," ungkap Kirana.

    Baca juga:
    Demi Kesehatan, Kirana Larasati Biasakan Anaknya Makan Sayuran
    Lika-liku Pernikahan Kirana Larasati hingga Berujung Perceraian

    Belakangan, Kirana santer terdengar tengah dekat dengan seorang politikus. Sayangnya, Kirana enggan membocorkan identitas pria tersebut.

    Kirana juga mengaku tidak ingin menjalin hubungan spesial dengan artis. Bahkan sejak dulu ia tak ingin dekat dengan artis.

    "Enggak kayaknya. Aku enggak kepingin dekat sama artis dari dulu," jelasnya.

    Artikel lain:
    Ini Alasan Kirana Larasati Gugat Cerai Suami

    Kirana Larasati dan Tama Gandjar menikah pada 9 Mei 2015. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai seorang anak bernama Kyo Karura Gantama yang lahir pada 2016.

    Kabar keretakan rumah tangga mereka pun mencuat seiring hilangnya foto-foto Tama di akun Instagram Kirana. Kirana Larasati menggugat cerai Tama Gandjar di PA Jakarta Selatan pada 21 April 2017.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.