Ternyata, Annisa Pohan Suka Pinjam Kain Tradisional dari Mertua

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Annisa Pohan dan kain tenun. Astari/TEMPO

    Annisa Pohan dan kain tenun. Astari/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wanita di keluarga Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata menyukai kain tradisional. Ani Yudhoyono mengatakan kalau dia sudah koleksi kain tradisional sejak remaja karena ibunya.

    Ternyata, kedua menantunya, Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, juga suka menggunakan kain batik dan tenun. Bahkan ketiganya kompak menghadiri acara Cita Tenun Indonesia bersama. Bahkan, Annisa Pohan mengakui kalau dia suka meminjam kain tradisional dari mertuanya bila membutuhkan untuk acara.

    Baca juga:
    Annisa Pohan Koleksi Kain Tradisional, Warisan untuk Anak Cucu
    Tampil Modis dengan Tenun ala Annisa Pohan

    “Ibu saking banyaknya, kalau saya ada kebutuhan, saya mau ada acara tanya ‘Ini boleh enggak pinjam kainnya?’ dibalas ‘Boleh banget’. Jadi suka mengambil kain ibu,” tutur Annisa Pohan.

    ADVERTISEMENT

    Annisa juga mengatakan kalau Ani Yudhoyono yang sering keliling Indonesia, terutama saat menjadi Ibu Negara, juga suka membawakan kain tradisional untuk Annisa. “Jadi memang satu keluarga suka kain tradisional,” lanjut wanita berusia 36 tahun ini.

    Artikel lain:
    Annisa Pohan Kondangan Nikah Kahiyang Ayu, Dandan Sejak Subuh

    Ani Yudhoyono juga merasa senang kalau dia memiliki dua menantu yang mencintai kain tradisional seperti dirinya. Ani mengatakan bahkan cucunya yang masih kecil, Gayatri Idalia Yudhoyono, juga sudah sering diberikan busana dengan kain tradisional.

    Walaupun masih kecil dan belum mengerti, Ani berharap hal tersebut akan membangun rasa cinta pada kain tradisional saat sudah besar. “Dengan dia menggunakan baju batik atau tenun dari kecil, suatu saat nanti akan menjadi cinta,” jelas Ani Yudhoyono.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...