Annisa Pohan Koleksi Kain Tradisional, Warisan untuk Anak Cucu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Annisa Pohan dan kain tenun. Astari/TEMPO

    Annisa Pohan dan kain tenun. Astari/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Annisa Pohan sudah lama mengoleksi kain tradisional Indonesia. Dia sudah mengoleksi batik dan tenun sejak sebelum menikah dengan Agus Harimurti Yudhoyono pada 2005.

    Wanita berusia 36 tahun ini mengatakan kalau setiap pergi ke suatu daerah di Indonesia, hal pertama yang akan dia cari adalah kain tradisional yang khas di daerah tersebut, selain membeli kain ke pameran kain tradisional yang ada di Jakarta.

    Artikel lain:
    Tampil Modis dengan Tenun ala Annisa Pohan
    Annisa Pohan Kondangan Nikah Kahiyang Ayu, Dandan Sejak Subuh

    “Karena kapan lagi di satu tempat saya bisa banyak sekali beli kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi dari situ saya mencicil sedikit-sedikit,” tutur Annisa.

    ADVERTISEMENT

    Ia mengatakan kalau koleksi kain ini bisa menjadi warisan untuk anak dan cucunya nanti. Dia sendiri belajar mengoleksi kain dari ibu dan neneknya.

    “Eyang putri saya itu karena orang Jawa, suka koleksi jarik dari Jawa. Tapi kalau ibu saya, kebetulan senang ke daerah terus, jadi banyak mengumpulkan dari berbagai daerah,” lanjut Annisa.

    Dia juga merasa senang karena ibu mertuanya, Ani Yudhoyono, juga suka membawa pulang kain tradisional setelah pergi ke daerah-daerah di Indonesia.

    Baca juga:
    Annisa Pohan Saat di Rumah Mertua: Enak, Bisa Nitip Anak

    “Kalau memang ada yang bisa dijahitkan, saya jahit, tapi ada juga yang jadi kain saja, terutama kalau kualitasnya bagus, itu saya ingin mewariskan ke anak-cucu nantinya,” jelas wanita berusia 36 tahun ini.

    Dia belum menghitung berapa kain tradisional yang dia koleksi, tetapi kain batik dan tenun hampir sama jumlahnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...