Mainan vs Televisi, Mana yang Lebih Baik untuk Anak Balita?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak dan mainan. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak dan mainan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai orang tua, Anda tentunya ingin yang terbaik untuk anak. Namun, mengetahui apa yang terbaik untuk anak memang bukan suatu hal yang mudah. Salah satunya adalah mengetahui apa yang lebih baik untuk membantu perkembangan anak, mainan atau televisi dan video edukatif.

    Baca juga: Cara Menyesuaikan Mainan dengan Usia dan Kebutuhan Bayi

    Dengan perkembangan teknologi, banyak orang tua yang memberikan tontonan edukatif untuk anak yang masih balita. Walaupun video yang ditunjukkan ke anak adalah video edukatif, mainan masih menjadi pilihan yang lebih baik untuk perkembangan anak balita.

    “Sekarang orang tua sering memberi anak telepon atau televisi saja, tetapi itu berbahaya. Secara motorik sudah berbahaya dan dia (anak) melihat kecepatan gambar berubah terus itu bisa mengganggu otak secara jangka panjang,” jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Mainan Indonesia, Eko Wibowo Utomo, di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Rabu 21 November 2018.

    Eko menjelaskan kalau memberikan video di handphone atau membiarkan anak menonton televisi bisa menyebabkan gangguan pada otak. Sedangkan mainan sederhana atau bahkan mainan tradisional itu lebih bagus untuk perkembangan anak. 
    “Teknologi walaupun memberikan video edukatif itu sebaiknya setelah usia 4-5 tahun ke atas,” lanjut Eko.

    Eko menambahkan seperti Bill Gates yang tidak ingin memberikan teknologi ke anaknya sampai mereka sudah besar. Padahal Bill Gates adalah mantan CEO dan pendiri Microsoft, dan dikenal sebagai pengusaha revolusi komputer pribadi ternama di dunia. Karena itu, mainan memang menjadi pilihan yang lebih baik untuk anak balita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.