Waspada, Polusi Udara dapat Menyebabkan Kegemukan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polusi Udara Picu Kanker Paru

    Polusi Udara Picu Kanker Paru

    TEMPO.CO, Jakarta - Polusi udara dari asap mobil atau asap pabrik yang kita hirup sehari-hari sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak pembuktian ilmiah yang menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di kota-kota dan terkena polusi udara tingkat tinggi sepanjang hari memiliki risiko terkena penyakit jantung, stroke, kanker, dan lainnya.

    Baca juga: Daya Tembus Partikel Nano dalam Polusi Udara  

    Selain masalah kesehatan, sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa polusi udara yang kita hirup sehari-hari juga dapat menyebabkan kegemukan. Dilansir dari Dailymail, hasil penelitian tersebut diuji oleh para peneliti dari Universitas of California dengan melibatkan lebih dari 2300 anak-anak usia dini di Amerika.

    Mereka menemukan fakta bahwa anak usia sepuluh tahun dengan kondisi terpapar polusi lalu lintas terbanyak, rata-rata berat badannya naik 2 lb atau hampir 1 kilogram daripada anak-anak yang menghirup udara bersih. Selain itu, anak-anak yang tinggal di daerah yang lebih tercemar, memiliki tanda-tanda kerusakan paru-paru yang secara signifikan lebih banyak.

    (Depositphotos)
    (Depositphotos)

    ADVERTISEMENT

    Lalu, bagaimana polusi bisa membuat Anda lebih gemuk? Para ilmuwan percaya bahwa bernafas dengan polusi udara kotor seperti asap kendaraan atau rokok, dapat memicu reaksi inflamasi dalam tubuh.

    Polusi mengiritasi kantung udara kecil di paru-paru. Hal itu dapat memicu respons stress yang melibatkan pelepasan hormon. “Ini mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap energi (atau glukosa) dari makanan, meninggalkan tingkat gula darah yang tidak terkontrol,” jelas Dokter Michael Mosley. Ketika kadar gula darah tidak stabil, fluktuasi penigkatan nafsu makan membuat kita cenderung makan berlebih.

    Polusi juga memicu pelepasan molekul yang disebut ‘cytokines’ yang mengirim sistem kekebalan tubuh bekerja dengan cepat sehingga menyebabkan peradangan di otak dan tubuh. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa peradangan otak ini juga dapat menyebabkan makan berlebih.

    Truk, bus dan mobil diesel menjadi penyumbang polusi yang sangat merusak karena banyaknya nitrogen oksida yang mereka pancarkan. Nitrogen oksida itu dapat berkembang dan dapat mengiritasi paru-paru dalam jangka panjang.

    AURA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...