Selasa, 13 November 2018

Ingin Mendapat Gizi Maksimal dari Telur, Pahami Cara Memasaknya

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Telur sering diklaim mengandung kolesterol tinggi dan tidak baik dikonsumsi setiap hari. Studi American Journal of Preventive Medicine menyebutkan kadar kolesterol dalam sebutir telur adalah 184 miligram dan termasuk tinggi.

    Namun, ternyata telur lebih banyak mengandung lipoprotein densitas tinggi (HDL), yang sebenarnya penting untuk tubuh dan otak. HDL memberikan stabilitas di setiap sel tubuh dan membantu tubuh memproduksi vitamin D dan hormon, seperti testosteron, estrogen, dan kortisol. HDL dalam dinding pembuluh darah justru mencegah ateroklerosis. HDL juga menurunkan kadal low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam darah.

    Artikel terkait:
    Makan Telur Setiap Hari, Stunting Berkurang Hampir 50 Persen
    Jangan Gunakan Telur untuk Perawatan Kulit Wajah, Ini Alasannya

    Tidak hanya soal kolesterol baik dalam telur, banyak nutrisi lain terkandung dalam telur, mulai dari protein, vitamin (A, B2, B6, B12, D, E), mineral (seng, thiamin, riboflavin, folat, fosfor, magnesium, zat besi selenium, dan tembaga), hingga asam lemak omega 3.

    Telur juga baik untuk perkembangan otak dan fungsi memori karena mengandung kolin. Nutrisi rambut dan kuku juga bisa terpenuhi berkat asam amino tinggi dan sulfur.

    Setelah tahu apa saja nutrisinya, bagaimana cara memasak yang benar agar nutrisi dalam telur tidak hilang? Dr. Anthony Agustin menyebutkan beberapa pakem soal memasak telur. Sejatinya, panas ketika memasak adalah proses destruktif.

    Untuk putih telur, proses memasak justru baik karena mematikan protein yang bermasalah bernama avidin. Sedangkan untuk kuning telur, proses memasak malah akan merusak nutrisinya. Padahal kuning telur adalah bagian telur yang paling banyak nutrisinya. Ada tujuh cara yang disarankan oleh Dr. Anthony Agustin.

    ilustrasi telur. (pixabay.com)

    1. Soft boiled
    Ini adalah cara paling disarankan untuk mendapatkan nutrisi maksimal dari telur. Yang harus dilakukan adalah mengisi panci dengan air, kemudian pasang immersion cooker dan atur pada suhu tidak terlalu panas dan masak selama 10-40 menit.

    2. Poached
    Cara memasaknya adalah memecahkan telur dalam air panas hingga putih telur membalut kuning telurnya. Dalam proses memasak poached, kuning terlur masih cair sehingga nutrisinya masih terjaga.

    3. Dimakan mentah
    Memakan kuning telur dalam kondisi mentah sebenarnya adalah cara terbaik. Nutrisi dari kuning telur tidak akan ada yang terbuang karena proses memasak. Kalau tidak terlalu suka dengan telur mentah, Anda bisa mengolah telur mentah jadi smoothie.

    4. Telur rebus keras
    Ini adalah cara memasak telur paling umum dan klasik. Pada umumnya, telur direbus hingga kuning dan putih "mengeras". Tapi tidak perlu khawatir, meskipun kuning telur mengeras, nutrisinya tidak begitu saja hilang karena saat dimasak kuning telur tidak terkena oksigen.

    5. Sunny side up
    Cara paling tepat memasak sunny side up adalah dengan panas paling rendah alias api paling kecil. Semakin rendah panasnya, semakin kecil pula proses oksidasi. Semakin kecil proses oksidasi, semakin sehat. Ingat memasak sunny side up hanya pada satu sisi, jangan balik bagian kuning telurnya.

    Baca juga:
    3 Fakta Tentang Telur Mentah, Amankah Dikonsumsi?
    Rahasia Kulit Cantik Camila Cabello, Masker Putih Telur

    6. Over Easy
    Proses memasak ini lebih banyak menghasilkan oksidasi karena kuning telur akan terkena panas langsung karena Anda akan membalikkan kuning telurnya. Nutrisi kuning telurnya pasti banyak hilang.

    7. Scrambled
    Ini cara terakhir yang bisa dipilih untuk memasak telur. Di sini nutrisi telur sudah berkurang banyak karena protein dan lemak sudah bercampur dan terkena oksigen berkali-kali.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.