Selasa, 13 November 2018

Saran Psikolog saat Memberikan Pendidikan Seksual pada Anak

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendidikan seksual kepada anak harus diberikan sedini mungkin. Tak ada lagi istilah tabu. Kalau orang tua terlambat atau bahkan tidak memberikan sama sekali maka bisa berdampak buruk. 

    Baca juga: 4 Manfaat Orang Tua Memeluk Anak

    Psikolog Analisa Widyaningrum mengatakan orang tua harus siap menjadi pendengar yang baik bagi anak. “Terkadang anak suka bercerita tentang teman lawan jenisnya yang menarik perhatiannya atau secara tidak sengaja menyentuh tubuh teman lawan jenisnya. Sebagai orang tua, jangan bereaksi spontan dengan menghakimi anak dengan mengatakan itu enggak boleh karena anak justru akan semakin penasaran dan melakukannya lagi,” ujar Analisa.

    Analisa menyarankan orang tua untuk mencari tahu seperti apa konsep ‘suka’ atau ‘naksir’ dan sebagainya menurut si anak. “Orang tua seharusnya bertanya, ‘Naksir/suka itu apa, sih?’ Atau ‘Kakak suka si A karena apa?’ Dengan bertanya orang tua akan tahu seperti apa pemahaman anak soal suka, naksir, cinta, dan sebagainya,” Analisa mengingatkan.

    Selain itu, menghadapi anak yang hidup di era digital, Anda tidak boleh acuh. Awasi anak agar tidak membuka konten-konten yang tidak sesuai usianya. “Orang tua sekarang harus melek teknologi juga, memastikan konten yang dilihat, didengar atau diunduh anak memang sesuai dengan kebutuhan di usianya. Orang tua berhak memeriksa apa saja yang anak browsing setiap harinya. Dengan begitu orang tua tahu seperti apa dunia anak di dalam gawainya,” pungkasnya.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.